20 December 2020, 20:32 WIB

Tiga Anggota BIN Ditangkap FPI? BIN: Hoaks


Cahya Mulyana | Politik dan Hukum

Ilustrasi
 Ilustrasi
Ilustrasi hoaks

BADAN Intelijen Negara (BIN) memastikan berita tiga anggotanya ditangkap Front Pembela Islam (FPI) hoaks atau keliru. BIN juga menegaskan, tidak ada operasi delima yang dituduhkan sebagai upaya membuntuti ormas tersebut.

"Belakangan ini beredar berita tiga anggota BIN tertangkap FPI. Itu semua adalah hoaks. Tidak ada nama anggota BIN sebagaimana dilansir tertangkap oleh FPI, mereka semua yang disebutkan oleh FPI jelas-jelas bukan anggota BIN, alias anggota BIN gadungan," ujar Juru Bicara sekaligus Deputi VII BIN Wawan Hari Purwanto kepada Media Indonesia, Minggu (20/12).

Ia mengatakan kartu anggota yang digunakan ketiga orang yang mengaku anggota BIN tersebut juga palsu. BIN juga tidak memiliki operasi yang bernama delima yang disebut untuk membuntuti pimpinan FPI.

"Ketemu langsung saja bisa. Selain itu, Banyak orang mengaku anggota BIN di berbagai wilayah di Indonesia. Banyak juga yang dijatuhi hukuman di pengadilan," paparnya.

Baca juga : Gerakan Ekstraparlementer Hanya Buang-buang Energi

Menurut dia, anggotanya tidak pernah membawa kartu identitas terlebih dalam menjalankan tugas atau operasi intelijen.

"Apalagi disebut ada Deputi 22, tidak ada Deputi 22 itu di BIN. Di BIN juga tidak ada Surat Perintah (Sprint) tertulis operasi apapun," katanya.

Wawan mengatakan sistem kerja BIN tidak menggunakan surat perintah berisi nama dan sandi operasi secara tertulis. Atas peristiwa ini, masyarakat bisa melaporkan praktik serupa kepada pihak berwajib.

"Biar jelas dan tuntas secara hukum dan tidak digoreng di panggung opini publik," pungkasnya. (OL-7)

BERITA TERKAIT