14 December 2020, 02:35 WIB

Kendala Jaringan tidak Ganggu Rekapitulasi


Indriyani Astuti | Politik dan Hukum

ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
 ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid
Anggota KPU Rokan Hulu Azhar Hasibuan (ketiga dari kiri) mengawasi penyegelan kotak berisi rekapitulasi suara Pilkada Rokan Hulu.

SISTEM informasi rekapitulasi (Sirekap) yang dibuat KPU sebagai alat bantu publikasi hasil rekapitulasi Pilkada 2020 sempat mengalami kendala. Petugas Kelompok Penyelenggara Pemilihan (KPPS) di beberapa daerah pun tidak bisa mengakses situs tersebut melalui telepon seluler.

Namun, komisioner KPU Evi Novida Ginting menuturkan kendala itu tidak mengganggu proses publikasi tahapan rekapitulasi dari tempat pemungutan suara (TPS) ke tingkat kecamatan. “Kalau dibilang tidak bisa diakses, tentu tidak benar karena publik bisa akses sebanyak 52% informasi dan data yang ada telah bisa dilihat dan buka di situs Infopemilu.kpu.go.id,” terang Evi.

Evi menjelaskan, pada hari pemungutan suara, data masuk ke sistem Sirekap mencapai 52,8% TPS (157.979 dari total 298.938 TPS) sudah tayang dalam info pemilu. Lalu, pada Kamis (10/12), data rekapitulasi yang tayang di Infopemilu sudah mencapai 66% TPS (197.227–298.938 TPS).

“Masih berjalan rekapitulasinya. Tentu dengan tata cara yang baru di awal perlu adaptasi, memerlukan waktu untuk bisa berjalan lancar,” jelas Evi.

Peneliti Perludem Heroik Pratama menjelaskan berdasarkan data yang dapat dihimpun dari 64 responden yang tersebar di sejumlah TPS, sebanyak 39,1% penggunaan Sirekap tidak dapat dilakukan atau terdapat kendala dan 60,9% menyatakan bisa digunakan.

“Pada hari pemungutan suara di Rabu, 9 Desember2020, laman publikasi Sirekap Infopemilu.kpu.go.id dalam beberapa waktu tidak bisa diakses,” papar Heroik.

Sebanyak 54,7% hasil pemantauan, responden mengakui terdapat kendala dalam penggunaan Sirekap di TPS dan sebanyak 43,8% pemantauan responden mengalami kendala aplikasi tersebut tidak bisa dibuka melalui telepon seluler.

Pada saat akan mengunggah foto formulir model C Hasil-KWK (hasil penghitungan suara di TPS), hasil pemantauan menunjukkan 56,3% responden menjawab terjadi pengulangan dalam melakukan foto. “Lebih lanjut sebanyak 57,8% hasil pemantauan responden menjawab terdapat kesulitan mengakses,” paparnya.

Direktur Eksekutif Netgrid Hadar Nafis Gumay mengatakan niat penyelenggara pemilu mengharapkan Sirekap sebagai sarana publikasi cepat yang dapat diakses cepat oleh masyarakat tentang hasil sementara pilkada belum tercapai. (Ind/P-1)

BERITA TERKAIT