17 July 2019, 20:45 WIB

Tak BIsa Ungkap Pelaku, WP KPK Kecewa pada TGPF Kasus Novel


M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum

Antara/Rivan Awal Lingga
 Antara/Rivan Awal Lingga
Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap

GAGALNYA Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) mengungkap kasus penyerangan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan disesalkan Wadah Pegawai KPK dan kuasa hukum Novel.

Mereka pun mengaku kecewa dengan hasil kerja TGPF dalam menangani kekerasa berupa penyiraman air keras terhadap Novel yang terjadi dua tahun lalu itu,

TGPF yang dibentuk oleh Polri bekerja mengungkap kasus Novel Baswedan selama 6 bulan, Namun, dalam laporannya, belum ada satupun titik terang untuk mengungkap dalang penyiraman air keras terhadap Novel.

"Hasilnya jauh panggang daripada api, ternyata tidak ada satupun pelaku yang diungkap. Kerja enam bulan, tidak ada yang terungkap, baik itu pelaku lapangan apalagi pelaku intelektual," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap di gedung KPK, Rabu (17/7).

Baca juga : Presiden Didesak Bentuk Tim Independen Kasus Novel

Motif yang diungkapkan oleh TGPF, kata Yudi, justru menyudutkan Novel sebagai korban dalam kasus ini. Sebab, dalam rilisnya, disebutkan kekerasan pada Novel merupakan bentuk upaya balas dendam lantaran Novel diduga menyalahgunakan wewenangnya.

"Seharusnya korban dilindungi tapi malah dituduh isu yang belum jelas buktinya. Pertama politik, kemudian menyalahgunakan kewenangan, penyalahgunaan lewenangan seperti apa? Itu tidak dijelasakan," tukas Yudi.

Ketua Lembaga Bantuan Hukum Jakarta yang juga anggota kuasa hukum Novel Baswedan, Arief Maulana juga menyatakan kekecewaannya atas hasil kerja TPF selama enam bulan.

Menurutnya, kegagalan pengungkapan pelaku kasus teror ini tidak semata milik TGPF, melainkan Kapolri sebagai penanggungjawab tim gabungan tersebut.

"Kegagalan TGPF bentukan Polri bukan hanya kegagalan tim itu sendiri, tapi merupakan kegagalan dari kepolisian. Karena penangunggjawabnya adalah Kapolri sendiri," kata Arief.

Diketahui, Novel diserang orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017 usai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dua tahun lebih pascateror, polisi belum juga mengungkap pelaku teror keji tersebut. (OL-7)

BERITA TERKAIT