21 May 2019, 15:53 WIB

Sandiaga Uno: Perjuangan Belum Berakhir!


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
 ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno 

CALON Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Uno menyatakan tetap akan berjuang bersama Prabowo Subianto meskipun KPU sudah mengumumkan Jokowi-Maruf sebagai pemenang Pilpres 2019. Sandi memastikan bahwa perjuangan belum berakhir.

"Perjuangan belum berakhir. Saya akan selalu berjuang di samping Pak Prabowo hingga titik darah penghabisan demi pendewasaan demokrasi di negeri ini dan terciptanya sistem demokrasi yang jujur dan adil," kata Sandi melalui akun twitternya @sandiuno, Selasa (21/5).

Sandi menambahkan, "Tak ada niat sekecilpun kami menjadikan kontestasi politik ini untuk mencari kekuasaan, karena kekuasaan hanyalah milik Allah. Kami hadir di sini untuk memperjuangkan harapan besar masyarakat yakni ekonomi yang lebih baik, serta pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyatnya."

Baca juga: Prabowo Tegaskan Tolak Hasil Rekapitulasi Suara

Sebelumnya Prabowo Subianto menyampaikan penolaknnya atas hasil Pilpres yang diumumkan KPU dengan keunggulan pasangan Jokowi-Maruf sebesar 55,50% karena diduga penuh dengan kecurangan. 

"Kami pihak paslon 02 menolak semua hasil penghitungan suara pilpres yang diumumkan KPU pada tanggal 21 Mei 2019 dini hari tadi. Di samping itu, pihak paslon 02 juga merasa pengumuman rekapitulasi hasil tersebut dilaksanakan pada waktu yang janggal di luar kebiasaan," ujar Prabowo dalam jumpa pers didampingi cawapres Sandiaga Uno di Jl Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (21/5).

Prabowo menyebut dugaan kecurangan pada Pemilu 2019 sudah disampaikan di Hotel Grand Sahid Jaya pada 14 Mei. Saat itu, Prabowo menegaskan sudah menolak penghitungan perolehan suara di Pilpres 2019 yang bersumber dari kecurangan. 

"Seperti yang telah disampaikan pada pemaparan kecurangan Pemilu 2019 di Hotel Sahid Jaya pada tanggal 14 Mei 2019 yang lalu, kami pihak pasangan calon 02, tidak akan menerima hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh KPU selama penghitungan tersebut bersumber pada kecurangan," ujarnya. (A-4)

BERITA TERKAIT