Internet Lancar, Warga Rinca Tersenyum



Gaudensius Suhardi, Dewan Redaksi Media Group - 18 August 2022, 05:00 WIB
img
MI/Ebet

BERTUTUR terukur dan sahaja berpenampilan. Ia menorehkan prestasi yang terbilang tidak biasa-biasa saja dalam jalan sunyi publikasi. Dia ialah Anang Achmad Latif yang kini menjabat Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo.

Prestasi Anang yang meniti karier 20 tahun lebih sebagai pegawai negeri sipil itu akhirnya terkuak tatkala ia membawa sejumlah pemimpin media ke Pulau Rinca, Sabtu (13/8).

“Perjalanan hari ini bagi kami sangat penting karena kita mengunjungi salah satu lokasi pembangunan infrastruktur digital di Desa Pasir Panjang, Pulau Rinca, yang sebelumnya tidak ada sinyal,” ujar Anang saat meninjau base transceiver station (BTS) 4G di Pulau Rinca, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Tower BTS yang dibangun pada 2020 itu berjenis guy mast dengan ketinggian 32 meter dan radius jangkauan sinyal kurang lebih 1 kilometer. Tower BTS itu menggunakan solar panel.

Pembangunan tower BTS Rinca hanya bagian terkecil kesuksesan Anang membangun BTS di daerah 3T alias terdepan, terpencil, dan tertinggal. Ia berada di balik berbagai proyek strategis nasional seperti Palapa Ring, serta penyediaan akses internet untuk sekolah, puskesmas, balai desa, dan lokasi lainnya di seluruh wilayah Indonesia.

Kehadiran Anang di Pulau Rinca disambut antusias oleh warga setempat. Plt Kepala Desa Pasir Panjang Muhammad Arok mengakui sinyal telepon seluler di daerahnya sudah kuat sejak dibangun BTS dan ia berharap Anang sering-sering mengunjungi desanya.

Desa Pasir Panjang, Kecamatan Komodo, dihuni 1.644 orang berdasarkan data BPS Kabupaten Manggarai Barat 2021. Mereka terdiri dari kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 585 orang, 15-64 tahun berjumlah 989 orang, dan 70 orang di atas 65 tahun.

Warga Desa Pasir Panjang masuk di antara 220 juta pengguna internet. Data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada 2022 menunjukkan pengguna internet di Indonesia terus naik dari 175 juta pemakai menjadi 220 juta pengguna.

Tantangan ke depan ialah mempersempit kesenjangan internet. Bakti Kemenkominfo memikul tanggung jawab memperluas akses internet dan memperkuat infrastruktur digital.

Saat ini, Bakti Kemenkominfo telah menyediakan infrastruktur BTS di 1.682 lokasi dan melakukan upgrade layanan ke 4G. Bakti juga sedang menuntaskan kebutuhan sinyal 4G di 9.113 desa/kelurahan melalui penyediaan BTS 4G di 7.904 lokasi.

Layanan akses internet telah disediakan di 15.878 lokasi layanan, dengan proporsi terbanyak digunakan untuk layanan pendidikan, kantor pemerintahan, dan pelayanan kesehatan.

Palapa Ring, sebagai jaringan tulang punggung yang telah dibangun sepanjang 12.229 km, menghubungkan 57 kabupaten/kota. Menurut rencana, Bakti akan meningkatkan utilitas dan resiliensi Palapa Ring itu dengan menambahkan serat optik, yaitu Palapa Ring Integrasi sepanjang 11.258 km.

Untuk satelit, Bakti tengah menyiapkan Satria-1 dengan kapasitas 150 Gbps yang direncanakan meluncur pada kuartal kedua 2023. Satelit Satria-1 itu akan memiliki backup, yaitu hot backup satellite (HBS) dengan kapasitas 80 Gbps yang disiapkan meluncur juga pada kuartal kedua 2023.

Digital menjadi kebutuhan utama saat ini. Revolusi teknologi komunikasi sejatinya memberikan peluang bagi perkembangan perekonomian ke depan. Teknologi digital membantu proses pembangunan di berbagai bidang di antaranya pendidikan melalui pembelajaran jarak jauh, pemerintahan melalui e-government, inklusi keuangan melalui financial technology (fintech), dan pengembangan UMKM seiring dengan berkembangnya e-commerce.

Namun, pada sisi lain, perkembangan teknologi digital membawa dampak hilangnya pekerjaan. Diperkirakan, 60% jabatan pekerjaan di dunia akan tergantikan oleh otomatisasi. Di Indonesia, diperkirakan 51,8% potensi pekerjaan akan hilang.

Kiranya semua kementerian/lembaga mengambil bagian untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Desa Pasir Panjang seluas 18.248 hektare itu. Warga setempat telah lama berbagi ruang dengan komodo yang kini menjadi objek wisata superprioritas di Labuan Bajo.

Hanya sepelemparan batu dari tower BTS Desa Pasir Panjang terdapat Loh Buaya yang menjadi destinasi wisata. Pemerintah menata Loh Buaya dengan anggaran Rp113,85 miliar. Lingkup kegiatan penataan itu meliputi pembangunan dermaga dan pengaman pantai, elevated deck, guest house, kolam satwa, dan museum.

Membangun destinasi wisata mestinya membangun manusianya juga. Warga Desa Pasir Panjang kini senang karena sinyal penuh dan intenet lancar berkat proyek tower BTS senilai Rp2,5 miliar. Elok nian bila layanan internet cepat itu mendukung digitalisasi sektor ekonomi masyarakat Desa Pasir Panjang. Warga Rinca kini tersenyum karena sinyal kuat dan internet lancar. Biarkan senyum warga itu abadi.

BERITA TERKAIT