25 September 2023, 10:55 WIB

Kiat Mengoperasikan AC Mobil dalam kondisi Cuaca Panas


Media Indonesia | Otomotif

SIS
 SIS
 

BEBERAPA minggu terakhir, masyarakat Indonesia dihadapkan dengan cuaca panas dan minim hujan. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga menyebutkan bahwa rata-rata suhu di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 0,5 derajat celcius dibanding biasanya.  Kondisi seperti ini sering mengurangi kenyamanan saat dalam perjalanan berkendara menggunakan mobil. 

Hariadi, selaku Assistant to Service Departement Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, cuaca panas yang saat ini melanda Indonesia ditambah dengan polusi udara yang menjadi perhatian, mempengaruhi perilaku berkendara terutama setelah mobil terparkir dengan durasi waktu yang cukup lama di bawah sinar matahari. 

“Pemilik kendaraan mungkin menyadari bahwa setelah mobil terparkir, suhu dalam kabin sering kali dirasa lebih panas dibandingkan suhu udara luar ruangan. Hal ini disebabkan suhu panas yang diserap oleh kendaraan dan terperangkap di ruang kedap (kabin) bisa menghasilkan suhu hingga 30 derajat lebih tinggi dari suhu luar ruangan. Situasi ini tentu mengganggu kenyamanan pemilik kendaraan ketika hendak berkendara,” ujarnya.

Menurut Hariadi, jika mobil terpaksa harus parkir di tempat yang terkena sinar matahari langsung, maka pemilik mobil dapat melakukan beberapa hal agar hawa panas yang ada di dalam kabin segera netral kembali. Cara ini bisa dilakukan dengan mudah, seperti berikut:

Menyalakan Mesin Terlebih Dahulu

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah menyalakan mesin mobil dan pastikan transmisi mobil dalam posisi parkir atau netral. Pastikan juga AC dalam posisi tidak aktif, sehingga mesin diberikan waktu untuk bekerja secara bertahap setelah lama berhenti.

Membuka Kaca Jendela Mobil

Langkah berikutnya adalah membuka seluruh kaca jendela mobil. Mulai dari kaca di baris pertama, hingga kaca mobil penumpang baris kedua untuk 'membilas' udara yang terperangkap di dalam mobil dengan udara yang lebih sejuk. Usahakan membuka jendela di tempat yang memiliki udara segar, bersih, terhindar dari debu dan bau yang kurang sedap.

Menyalakan AC

Setelah itu, nyalakan AC mobil di suhu yang paling rendah dan tingkat hembusan besar, atau dapat pula menggunakan fitur AC Auto selama 2 menit untuk menetralkan kembali suhu di area kabin mobil. kemudian tutup kembali semua jendela dan atur suhu AC pada suhu normal yaitu pada kisaran 22-24 derajat celsius.

Menggunakan Sarung Mobil Selama Parkir

Untuk menghambat peningkatan suhu drastis di tengah cuaca panas dan pantulan sinar matahari langsung ketika sedang diparkir, pemilik kendaraan sebaiknya melindungi mobil dengan sarung mobil. Pastikan menggunakan sarung mobil berkualitas dengan jenis material yang tidak berdampak buruk pada permukaan cat kendaraan. 

Selain berfungsi sebagai penghambat paparan sinar matahari langsung, Sarung mobil juga berguna untuk melindungi cat mobil dari terpaan cuaca yang berubah-ubah secara langsung. Pemilihan kaca film yang berkualitas juga menjadi faktor penjaga suhu kabin kendaraan tetap terjaga.

Perhatikan juga barang bawaan yang disimpan di dalam mobil sebelum parkir di bawah paparan langsung sinar matahari dengan rentang waktu yang lama. Hindari menyimpan barang berbahan dasar aerosol yang mudah menguap seperti parfum, deodorant spray, pengharum mobil spray, pemantik api (mancis), dan lain sebagainya. Hal ini dikarenakan barang-barang dengan kandungan aerosol akan rentan meledak jika terpapar panas.

“Akan lebih baik apabila para pemilik kendaraan dapat memarkirkan mobilnya di tempat yang teduh. Selain berpengaruh kepada kenyamanan berkendara, memarkir kendaraan di tempat yang teduh juga punya dampak yang jauh lebih luas seperti menjaga keawetan eksterior dan interior kendaraan,” tutup Hariadi. (RO/S-3)

BERITA TERKAIT