30 August 2022, 22:36 WIB

Ini Dia Tujuh Faktor Pemicu Tabrakan Beruntun di Jalan Tol


RO | Otomotif

Auto2000
 Auto2000
.

TABRAKAN beruntun, menurut Auto2000, masih kerap terjadi di Indonesia, bahkan tidak jarang sampai menimbulkan korban jiwa. Padahal tabrakan beruntun dapat dicegah bila mengetahui pemicunya. Berikut penjelasan dari Auto2000 tujuh faktor pemicu tabrakan beruntun.

Malas menjaga jarak aman

Dengan alasan terburu-buru di jalan, pengendara terkadang memacu mobil sambil mengekori mobil lain di depan dengan jarak terlalu rapat. Begitu ada situasi darurat, pengemudi sulit mengantisipasi saat harus melakukan pengereman mendadak.

Jagalah jarak aman dengan mobil di depan sehingga bisa melakukan pengereman secara bertahap dan diikuti oleh mobil di belakang.

Pindah lajur sembarangan

Tidak ada yang salah dengan berpindah lajur, sepanjang dilakukan dengan prosedur yang benar dan memperhatikan faktor keamanan dan keselamatan berkendara. Memaksakan diri pindah lajur, terutama ke lajur cepat tanpa memperhatikan kendaraan lain di belakang, dapat memicu tabrakan beruntun.

Pastikan lajur yang akan dimasuki dalam kondisi aman dengan melihat kaca spion, kemudian nyalakan lampu sein sebelum pindah lajur untuk memberi tanda ke pengguna jalan lain. Pastikan lajur aman dan tak mengganggu kendaraan lain saat berpindah lajur.

Tidak patuh aturan dan batas kecepatan

Masih banyak pengemudi yang tidak memperhatikan kecepatan mobil dan melaju pelan di lajur cepat alias lane hogger. Padahal, lajur tersebut diperuntukkan bagi kendaraan yang ingin mendahului atau kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi. 

Mengemudi terlalu pelan di lajur lambat juga tidak diperkenankan karena akan mengganggu pengendara lain, bahkan memicu kecelakaan. Oleh karena itu dibuat batas kecepatan terendah saat melaju di jalan bebas hambatan (tol). Begitu pula bila terlalu cepat di jalur lambat karena berisiko menabrak kendaraan lain di depan. Gunakan lajur jalan tol sesuai peruntukan dan kecepatan.

Melaju di bahu jalan tol

Bahu jalan tol hanya untuk kondisi darurat dan tidak boleh dipakai untuk berkendara dengan alasan apapun. Dalam banyak kasus, ada kendaraan darurat ditabrak dari belakang oleh pengguna bahu jalan, atau menabrak mobil lain di lajur utama akibat menghindar dari mobil yang berhenti darurat di bahu jalan.

Terdistraksi oleh ponsel

Tidak sedikit pengemudi yang mengoperasikan ponsel saat berkendara pada kecepatan tinggi sehingga mengurangi kewaspadaan dan kurang memperhatikan saat kendaraan di depan mengurangi kecepatan. Karena asyik bermain ponsel, terkadang pengemud berpindah lajur atau mengurangi  kecepatan kendaraannya tanpa disadari.

Lupakan update status di media sosial. Saat Anda memegang kemudi, fokuslah hanya untuk mengemudi.

Microsleep

Masalah microsleep atau tertidur sejenak tanpa sadar, sama bahayanya dengan bermain ponsel saat mengemudi mobil. Meski hanya sepersekian detik, mobil dapat pindah lajur atau berkurang kecepatannya tiba-tiba. Tentu sangat berisiko dan dapat menyebabkan tabrakan beruntun. Solusi paling tepat untuk mengantuk hanya satu, yaitu tidur meskipun hanya 15 menit.

Lampu rem mati

Pengemudi di belakang tidak akan bisa mengetahui bahwa mobil sedang mengurangi kecepatan kalau rem mobil Anda mati. Padahal ada langkah sederhana untuk mengecek lampu rem, yaitu dengan menginjak pedal rem sebelum jalan. Nyala sinar lampu rem akan terlihat di tembok garasi rumah. Pastikan lampu sein juga berfungsi dengan melakukan hal yang sama.

“Jalan tol adalah tempat kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi sehingga harus bebas dari hambatan supaya tidak memicu kecelakaan. Pelajari pemicu tabrakan beruntun dan pastikan AutoFamily tahu cara mencegahnya. Termasuk melakukan servis berkala di bengkel Auto2000 untuk menjaga performa mobil seperti rem, mesin bahkan kondisi lampu supaya dapat bekerja dengan baik dalam kondisi darurat,” ujar Aftersales Business Division Head Auto2000 Nur Imansyah Tara, Senin (29/8).
 

BERITA TERKAIT