25 January 2022, 23:54 WIB

Kampanye Bosch Spark All the Way, Dukung Gerakan Rendah Emisi


Mediaindonesia | Otomotif

BOSCH Indonesia
 BOSCH Indonesia
.

Sebagai bentuk dukungan kepada Pemerintah Indonesia dalam upaya mengurangi pencemaran udara, Bosch melalui divisi Automotive Aftermarket menggelar kampanye bertajuk 'Bosch Spark All the Way'. Selain mengedukasi masyarakat terhadap pentingnya merawat kendaraan secara berkala, Bosch juga membagikan 6.000 busi kepada sekitar 1.500 pemilik kendaraan roda empat.

Kampanye Bosch Spark All the Way yang dimulai sejak 22 Januari 2022 hingga enam bulan ke depan ini melibatkan 100 bengkel yang tersebar di Jabodetabek dan wilayah Indonesia lainnya. Para pemiliki kendaraan roda empat dapat berpartisipasi mengikuti program ini dan berkesempatan mendapatkan busi dari Bosch dengan mengunjungi Bosch Automotive Aftermatrket: instagram @boschautomotiveid untuk mendaftarkan diri dan memilih lokasi bengkel terdekat.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (25/1), Channel Marketing Manager Bosch Automotive Aftermatrket Indonesia Arditya Wicaktama menyampaikan bahwa emisi gas buang dipengaruhi oleh kualitas pembakaran di dalam mesin. Sementara baik buruknya kualitas pembakaran dalam mesin, dipemgaruhi oleh tiga faktor utama.

"Faktor pertama adalah komponen pemercik api atau yang dikenal dengan busi, faktor kedua adalah kondisi ruang bakar, dan ketiga, yaitu kualitas bahan bakar. Salah satu cara untuk menjaga proses pembakaran mesin agar tetap idel adalah dengan melakukan perawatan kendaraan secara berkala," papar Arditya.

Salah satu cara yang paling mudah untuk meningkatkan kualitas pembakaran adalah menggunakan busi yang tepat dan berkualitas. Bosch Automotive Aftermatrket Indonesia melakukan pengujian secara acak pada beberapa mobil untuk membandingkan performa mesin kendaraan saat sebelum dan sesudah pembersihan ruang bakar, serta penggnaan busi bawaan mobil dibandingkan busi Bosch.

Dari hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah proses pembersihan ruang bakar dan penggunaan busi Bosch, terjadi pennurunan kandungan kaebon monooksida (CO) dari 0,27% menjadi 0,05%, serta berkurangnya kadar hidrokarbon (HC) dari 165 ppm menjadi hanya 33 ppm.

Semakin kecil angka yang tertera, akan semakin bagus kualitas pembakaran mesin dengan standar ambang batas 1,5% untuk CO dan 200 ppm untuk HC (untuk kendaraan roda empat produksi 2007 ke atas.. Sedangkan untuk mobil produksi di bawah tahun 2007, ambang batas maksimal untuk CO adalah 3% dan 700 ppm untuk kandungan HC.

"Kampanye Spark All the Way merupakan kontribusi awal Bosch untuk mendukung program uji emisi kendaraan yang sedang digalakkan pemerintah. Harapan kami, aktivitas ini bisa kami lanjutkan, bahkan semakin diperluas sehingga berdampak semakin signifikan dalam mengurangi pencemaran udara," ujar Arditya.

Arditya juga mengingatkan bahwa penggunaan bahan bakar yang berkualitas juga memainkan peranan yang penting. Kalau kondisi busi bagus, ruang bakar bersih namun menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai maka dalam waktu dekat kondisi ruang bakar akan menjadi tidak ideal. Oleh karena itu Arditya menghimbau untuk menggunakan bahaan bakar yang direkomendasikan dan sesuai spesifikasi mesin.

Hati-hati busi Bosch palsu

Terkait maraknya pemalsuan busi, terutama pada merek Bosch, Arditya menyampaikankan bahwa ada cara mudah untuk mengetahui apakah itu busi Bosch asli maupun yang palsu. Salah satunya adalah dengan melihat tampilan fisik dari busi itu sendiri, terutama pada bagian logamnya.

Busi Bosch yang asli menurut Arditya justru memiliki tampilan logam yang sedikit lebih buram bila dibandingkan dengan busi Bosch yang palsu yang justru lebih mengkilap.

"Tampilan buram disebabkan oleh lapisan nikel alloy yang berfungsi melindungi busi dari korosi," tutup Arditya. (S-4)

BERITA TERKAIT