19 August 2021, 16:09 WIB

Mercedes-Benz Hadirkan Seni Instalasi di Odeonsplatz 


RO | Otomotif

Mercedes-Benz
 Mercedes-Benz
.

DALAM pameran otomotif internasional IAA MOBILITY 2021, Mercedes-Benz menyulap Odeonsplatz Munich, Jerman, menjadi tempat seni yang hidup dengan instalasi seni pahat yang mengapung di udara terbuat dari serat benang daur ulang. Karya seni monumental 'Earthtime 1.26 Munich' berukuran 24 X 21 meter karya seniman AS Janet Echelman ini dapat  berubah dari segi bentuk dan warnanya karena faktor cuaca, sehingga karya ini melambangkan dinamika ekosistem yang terjadi saat ini.

Pesan yang berkelanjutan ini sesuai dengan ide utama dari konsep IAA baru dan sikap kewirausahaan Mercedes-Benz. Seni pahat warna-warni ini mengawali penampilan Mercedes-Benz di IAA MOBILITY, yang diadakan di Munich untuk pertama kalinya, dan akan berlangsung muai tanggal 7 hingga 12 September 2021, seni pahat tersebut akan melayang di langit di atas area pameran mobil mewah di Odeonsplatz yang sepenuhnya akan didedikasikan untuk solusi berkelanjutan mobilitas di masa depan. 

Mercedes-Benz, bersama Janet Echelman, Departemen Kebudayaan Munich dan Museum Seni Urban dan Kontemporer Munich (MUCA) bersama-sama membuka instalasi seni ini pada Kamis (12/8) lalu. Karya seni ini akan dipajang hingga awal Oktober.

"Dengan berpartisipasi di IAA, kami ingin memberikan kontribusi budaya yang berkelanjutan ke kota Munich yang dapat bermanfaat bagi seluruh penduduk, pengunjung, serta tamu yang menghadiri IAA dan, pada saat yang bersamaan, membangun image Mercedes-Benz yang memiliki pandangan kedepan dengan mobilitas yang berkelanjutan," ujar Vice President Mercedes-Benz Cars & Vans Own Retail Europe Katrin Adt.

Instalasi seni ini, menurut Katrin, mewujudkan semangat dan memberikan ruang untuk bertemu dan berinteraksi serta melambangkan perubahan yang saat ini sedang terjadi di alam dan serupa dengan proses transformasi di industri otomotif. 

"Mercedes-Benz saat ini sedang menuju mobilitas yang netral CO2. Sebagai brand otomotif kontemporer yang berkomitmen pada keberlanjutan, kami ingin berkontribusi terhadap kualitas hidup yang berkelanjutan," imbuhnya.

Seni pahat monumental 'Earthtime 1.26 Munich' yang ringan ini mengeksplor jaringan yang saling berhubungan dari dunia budaya dan fisik. Seni pahat tersebut memiliki panjang sekitar 24 meter, lebar 21 meter, dan tinggi 16 meter. Ditenun seperti jaring ikan, serat seni pahat tersebut terbuat dari serat sintetis tinggi yang dapat didaur ulang, beberapa di antaranya mempunyai kekuatan 15 kali lebih kuat dari baja berdasarkan beratnya. 

Adanya angin, hujan, dan cahaya terus menerus mengubah jaringnya, yang terus bergerak, dan mengubah bentuk serta warnanya, menjalin dan mengaktifkan ruang kota dan memungkinkan untuk terlihat seperti bernafas. Bentuk tiga dimensi ini terinspirasi oleh model data 3D dari permukaan laut setelah gempa bumi yang menyebabkan efek pecahan ombak di Samudera Pasifik. 

Angka 1.26 juga mengacu pada peristiwa alam ini, yang menyebabkan percepatan rotasi Bumi, memperpendek panjang hari sekitar 1.26 mikrodetik. 'Earthtime 1.26 Munich' ditayangkan di Jerman untuk pertama kalinya. Ini adalah bagian dari 'seri Earthtime' para seniman yang mengeksplorasi keterkaitan manusia dengan alam. (S-4)

BERITA TERKAIT