12 August 2021, 18:46 WIB

Panduan Pemeriksaan Lima Komponen Mobil DFSK Selama PPKM


RO | Otomotif

DFSK
 DFSK
.

PEMERINTAH secara resmi memperpanjang masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga 16 Agustus 2021. Secara otomatis masyarakat menjalankan sistem bekerja dari rumah (work from home/WFH) sehingga  kendaraan lebih banyak terparkir di garasi.

Meskipun demikian, pemilik kendaraan harus tetap memperhatikan kondisi dan merawat kendaraan walaupun mobil jarang digunakan. Melakukan pengecekan secara rutin terhadap mobil bisa mengurangi risiko kendaraan rusak karena tidak digunakan, dan menjaga mobil dalam kondisi yang optimal untuk digunakan setiap saat.

Menurut DFSK, terdapat lima komponen yang bisa dicek secara mandiri di rumah agar kendaraan tetap terjaga dan optimal.

1. Oli Mesin

Cara termudah yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek odometer. Kendaraan-kendaraan DFSK umumnya melakukan pergantian oli setiap 10.000 kilometer dan menggantinya dengan DFSK Genuine Oli yang dirancang sesuai dengan kebutuhan mesin kendaraan DFSK.

Selain itu, konsumen bisa melihat volume oli mesin melalui dipstick yang berada di area mesin dan ditandai dengan gagang yang berwarna kuning. Apabila volume oli mesin berada di bawah batas minimum, pemilik kendaraan bisa menambahkan oli yang sama dengan yang digunakan saat itu.

2. Aki dan Lampu

Aki menjadi salah satu komponen penting bagi kelistrikan mobil karena sumber energi dari komponen satu ini. Apabila tidak dirawat, maka komponen ini bisa bermasalah dan membuat kelistrikan di kendaraan tidak berfungsi dengan baik.

Cara melihat kondisi aki, bisa melihat dari tanggal pembeliannya melalui label yang ditempel. Umumnya, untuk mobil-mobil yang rutin digunakan, aku memiliki umur 1-2 tahun pemakaian.

Jika Anda menggunakan tipe aki basah bisa mengecek kondisi cairan aki. Apabila terlihat kurang maka bisa menambahkan cairan aki. Sementara pada aki kering, ada indikator warna yakni biru tandanya masih oke, putih butuh tambahan setrum, dan merah wajib ganti.

Setelah memeriksa kondisi aki, pemilik kendaraan bisa melakukan pengecekan lampu-lampu dengan cara menghidupkannya. Pemilik kendaraan bisa menghidupkan lampu depan, lampu belakang, lampu kabin, hazard, hingga sein. Pastikan semua berfungsi dengan baik, dan apabila ada yang tidak berfungsi bisa di cek penyebabnya.

3. Ban

Ban menjadi satu-satunya komponen di kendaraan yang langsung menyentuh aspal. Beban kendaraan seluruhnya bertumpu kepada empat ban yang luas area yang menempel aspal tidak lebih dari ukuran kartu pos.

Pemilik mobil bisa mengecek kondisi ketebalan ban melalui TWI (tread wear indicator) atau indikator keausan ban. Apabila sudah tipis, maka lekas diganti dengan ban baru agar traksi ban dengan aspal kembali maksimal.

Jangan lupakan juga mengecek tekanan angin di dalam ban kendaraan. Tekanan ideal sebuah ban sudah ditetapkan oleh pabrik DFSK, dan dicantumkan di label yang tertempel di pilar pintu pengemudi.

4. Cairan di Mobil

Selain oli mesin, ada sejumlah cairan di dalam kendaraan yang harus diperiksa oleh pemilik kendaraan. Cairan yang bisa dicek adalah cairan radiator, minyak rem, dan washer atau cairan pembersih kaca depan kendaraan.

Cairan radiator yang berfungsi berfungsi sebagai pendingin mesin bisa dicek melalui tabung resevoir. Tambahkan cairan radiator bila berada di bawah batas minimal. Hindari menggunakan air mineral karena bisa menyebabkan korosi pada radiator.

Perhatikan kondisi minyak rem di tabung minyak rem. Tambahkan bila tinggi cairan di bawah garis minial. Begitu pula dengan cairan washer. Pengemudi bisa menambahkan cairan washer atau air yang sedikit dicampur dengan sabun cair di tabung reservoir washer yang ada di ruang mesin.

5. Bodi Mobil

Terakhir, pengemudi bisa mengecek kondisi bodi kendaraan. Apabila kendaraan dalam kondisi kotor dan banyak kotoran yang menempel, bisa segera dicuci agar bersih. Bodi yang kotor apabila didiamkan begitu saja bisa membuat korosi dan akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih parah. (S-4)

BERITA TERKAIT