28 February 2022, 10:55 WIB

Perkuliahan Aktif Statistika dengan Zoom, Kahoot, dan Jamboard


Abdul Razak, M.Pd, Dosen UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Kaltim dan Fasilitator Program PINTAR Tanoto Foundation | Opini

DOK TANOTO FOUNDATION.
 DOK TANOTO FOUNDATION.
Abdul Razak, M.Pd.

PERSEPSI mahasiswa ketika mendengar mata kuliah statistika biasanya penuh dengan rumus, hitungan, pasti rumit dan lain-lain. Hal itu yang menyebabkan mahasiswa merasa takut dengan mata kuliah ini terlebih bagi mahasiswa yang kurang menguasai pemahaman kuantitatif. Akibatnya, motivasi dan minat dalam mengikuti kuliah ini semakin rendah.

Untuk mengatasinya, saya menerapkan pembelajaran aktif berbasis “MIKiR”mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi meskipun pembelajaran berlangsung secara tatap maya. MIKiR dapat mengakomodasi penalaran, representasi, komunikasi, dan koneksi yang berkaitan erat dengan mata kuliah statistika ini atau yang biasa disebut dengan “PR KOKO”.

Saya menggunakan aplikasi Zoom, Kahoot, dan Jamboard dalam perkuliahan ini. Mengawali aktivitas perkuliahan, mahasiswa saya beri pertanyaan unik. “Aktivitas apa saja yang kalian persiapkan untuk mata kuliah ini?”

Menyiapkan alat tulis, mencari jaringan internet yang stabil, sampai ada pula yang menjawab perlu sarapan agar lebih fokus dalam mengikuti perkuliahan. Aktivitas ini saya lakukan untuk memberikan sentuhan emosional dan kedekatan antara mahasiswa dan dosen. Selanjutnya penyampaian tujuan perkuliahan. 

Mahasiswa dapat menentukan nilai mean, median, modus, standar deviasi, dan ragam (varian), baik secara manual, microsoft excel, dan menggunakan SPSS.  Pada kegiatan inti, secara berkelompok mahasiswa menyelesaikan masalah terkait penyebaran kasus Covid-19 di Kalimantan Timur melalui halaman web https://covid19.kaltimprov.go.id/. 

Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan nilai mean, median, modus, standar deviasi, ragam dan lain-lain baik secara manual dan menggunakan program komputer yaitu microsoft excel dan SPSS dengan memanfaatkan fasilitas breakout room zoom (Mengalami dan Penalaran).

Mahasiswa dipandu menentukan ukuran pemusatan data dan penyebaran data baik secara manual dan program komputer.

Diskusi kelompok dilakukan selama 30 menit untuk melakukan pertukaran gagasan atau interaksi dan dosen memantau melalui breakout room Zoom dari satu kelompok ke kelompok lainnya. Agar diskusi terarah dan memicu mahasiswa untuk bertukar gagasan, saya memberikan pertanyaan, “Apa yang Anda peroleh dari tabel penularan Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur terkait ukuran pemusatan data dan penyebaran data?”

Mahasiswa berpraktik menghitung ukuran pemusatan data dan penyebaran data secara manual, menggunakan progam SPSS, dan microsoft excel. Kegiatan ini mengakomodasi unsur representasi yaitu menyajikan dalam bentuk simbolis matematis, rumus, atau tabel baik secara manual atau berbantukan komputer. Bukan hanya itu, unsur koneksi juga terakomodasi dengan mengaitkan atau menghubungkan kegiatan dan kondisi Covid-19 di Kalimantan Timur.


Mahasiswa melakukan kegiatan diskusi kelompok dan dosen memantau melalui breakout room zoom.

Mahasiswa menyelesaikan perhitungan nilai mean, median, modus, standar deviasi, ragam dari data yang sembuh, meninggal, dan dirawat berdasarkan tabel penyebaran kasus Covid-19 di Kalimantan Timur. Kelompok 1 mengerjakan secara manual, kelompok 2 mengerjakan menggunakan microsoft excel, sedangkan kelompok 3 mengerjakan menggunakan program SPSS.

Walaupun cara perhitungan berbeda, mereka bisa menemukan hasil yang sama. Misalnya pada 4 Oktober 2021 data yang paling banyak sembuh (modus) adalah di Kota Balikpapan. Begitu pula mean, median dan lain-lain.  

Hasil dari ketiga metode yang digunakan sama, namun waktu yang diperlukan berbeda. Program SPSS dan excel lebih cepat dibandingkan manual. Hal yang saya tekankan adalah penggunaan program berbantuan komputer lebih praktis namun tetap harus memahami konsep atau teori perhitungan secara manual. 

Jadi penguasaan teori dan penggunaan komputer saling berkesinambungan.  Setelah diskusi selesai, mahasiswa mengomunikasikan hasil diskusi kelompok mereka dalam Zoom utama secara bergantian. Setiap kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan mereka. 

Agar mahasiswa mengungkapkan gagasannya, saya memberikan pertanyaan pemandu. Apa yang Anda dapat temukan dalam tabel penyebaran Covid-19 di Kalimantan Timur?

Mahasiswa menemukan rata-rata (mean) yang sembuh dari penularan Covid-19 di Kalimantan Timur. Kota mana saja yang paling banyak (modus) terpapar Covid-19 khususnya di Provinsi Kalimantan Timur, dan lain-lain. 

Hasil kerja mahasiswa yang dikerjakan secara manual, menggunakan microsoft excel, dan menggunakan SPSS memiliki hasil yang sama.

Untuk mengevaluasi tingkat pemahaman mahasiswa, saya memberikan kuis sederhana dengan menggunakan aplikasi Kahoot. Dengan aplikasi ini, motivasi belajar mahasiswa menjadi bertambah karena mereka beradu tepat dan cepat dalam menjawab kuis yang hasilnya dapat dilihat bersama secara daring. 

Tampilan kuis di Kahoot dapat dilihat pada gambar di bawah. 


Salah satu soal pada aplikasi Kahoot dan tampilan option pada handphone mahasiswa yang digunakan sebagai evaluasi.

Kegiatan akhir dalam perkuliahan statistika tatap maya adalah refleksi dengan menggunakan aplikasi jamboard. Refleksi merupakan cerminan diri untuk memperbaiki proses pembelajaran ke depannya.

Pertanyaan yang akan dijawab mahasiswa adalah bagaimana perasaan setelah mengikuti perkuliahan ini? Harapan yang diinginkan dalam perkuliahan akan datang? Hal-hal apa saja yang masih belum dipahami? Hasilnya, semua materi dipahami dengan baik oleh mahasiswa dan perasaan mereka sangat senang.

Aplikasi Jamboard yang digunakan sebagai refleksi

Pada pembelajaran aktif melalui tatap maya ini, saya memanfaatkan berbagai aplikasi teknologi. Harapannya, ketika para mahasiswa menjadi guru, mereka sudah terbiasa dalam memanfaatkan teknologi sesuai perkembangan zaman era revolusi 4.0 menyongsong era society 5.0. (OL-10)
 

BERITA TERKAIT