02 September 2023, 11:46 WIB

Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional Dibuka, Diikuti 1.600 Peserta


Budi Ernanto | Olahraga

MI/BUDI ERNANTO
 MI/BUDI ERNANTO
Menpora Dito Ariotedjo (keempat dari kanan) membuka Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2023.

YAYASAN BPK Penabur bersama Percasi dan Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) resmi membuka Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional 2023. Pembukaan dilakukan di SPK Penabur, Kelapa Gading, Jakarta, Sabtu (2/9).

Ajang tahunan yang digelar sejak 2019 itu dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Ketua Umum Yayasan BPK Penabur Adri Lazuardi, dan Ketua Umum Percasi GM Utut Adianto.

Dalam sambutannya, Adri mengatakan Festival Catur Pelajar Nasional kali ini diikuti 1.622 peserta yang datang dari 13 provinsi. Jumlah itu melampaui target yang dicanangkan sebelumnya, yakni 1.400 peserta. Para peserta mulai dari level SD hingga SMA dan berasal dari Penabur dan sekolah lainnya.

Pelaksanaan turnamen akan dilakukan secara onsite secara bersamaan, dalam delapan delapan kategori yang terdiri dari TK (putra dan putri), SD (putra dan putri), SMP (putra dan putri), dan SMA (putra dan putri). Finalnya akan dilaksanakan pada 16 September di SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta.

"Turnamen akan dimulai pada 9 September. Tantangan kita di turnamen kali ini ialah hadirnya 1.600 peserta di 4 kota tempat penyelenggaraan, yakni Jakarta, Bandar Lampung, Cirebon, dan Bandung," kata Adri.

Sementara Menpora, sangat mengapresiasi BPK Penabur, Percasi, dan SCUA yang mengadakan Festival Catur Pelahar Nasional. "Saya terima kasih juga kepada orang tua yang rela anaknya main catur karena dengan demikian akan ada pecatur andal Indonesia di masa yang akan datanf. Kepada para peserta, rangkul pengalaman, terlepas hasilnya, kalian adalah juara karena mau menantang diri sendiri," tutur Dito.

Sedangkan Utut, mengatakan Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional akan menjadi ajang untuk menemukan pecatur unggul. Menurut Utut, bibit yang berkualitas di olahraga catur sebenarnya banyak, namun sedikit yang kemudian jadi bintang.

"Bibit banyak, tapi tantangan untuk jadi real star adalah godaannya banyak di zaman yang cepat berubah seperti sekarang ini," kata Utut.

Utut juga mengatakan pihaknya nanti akan melatih secara khusus pemenang dari Festival Catur Pelajar Tingkat Nasional. "Itu kalau diizinkan orang tuanya. Karena untuk jadi GM kan butuh waktu dan proses yang panjang," kata Utut. (Z-6)

BERITA TERKAIT