29 November 2022, 13:15 WIB

Greysia Harap Apri/Fadia Bisa Pertahankan Konsistensi di Level Atas


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI
 ANTARA FOTO/HO/Humas PBSI
Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti

MANTAN pebulu tangkis nasional Greysia Polii berharap ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti bisa mempertahankan konsistensi permainan pada turnamen papan atas.

Menurut Greysia, pasangan Apri/Fadia, yang kini menduduki peringkat teratas ganda putri nasional itu, sudah menunjukkan performa positif sejak debut tahun ini di ajang SEA Games Vietnam hingga meraih dua gelar juara di ajang BWF Super Series.

"Saya selalu dukung mereka. Sekarang Apri dan Fadia sudah teruji di beberapa pertandingan awal dan tinggal jaga konsistensi mereka. Mereka harus lebih kompak, terutama harus bisa menyiapkan strategi cadangan saat pertandingan," kata peraih medali emas Olimpiade Tokyo itu saat dihubungi, Senin (28/11).

Baca juga: Gregoria Dapat Tiket ke Tur Final BWF

Sejak memutuskan gantung raket dan mengakhiri karier bulu tangkisnya bersama Apri, Juni lalu, Greysia melihat mantan pasangannya itu juga mengalami perkembangan kemampuan dan bisa menjadi panutan bagi Fadia.

Kemampuan teknik Apri/Fadia terbilang sudah baik dan bahkan mampu menyabet gelar juara di Malaysia Terbuka dan Singapura Terbuka. Meski begitu, Greysia menilai ganda putri peringkat ke-15 itu harus memperdalam kekompakan mereka di luar lapangan.

"Kalau dilihat memang Apri/Fadia harus konsisten di level atas, dan itu sudah mereka lakukan sejak di level bawah. Saya harap mereka akan selalu berjuang, termasuk menjaga kekompakan di luar lapangan. Itu akan berguna kalau di lapangan harus ganti strategi, bisa lebih mudah eksekusinya," ungkap Greysia.

Berdasarkan catatan Federasi Badminton Dunia (BWF) dalam laman resminya, pasangan Apri/Fadia sudah menjalani delapan turnamen sepanjang 2022 dengan capaian dua gelar juara dan satu runner-up di Indonesia Masters.

Namun, Apri/Fadia secara konsisten terhenti di babak perempat final dalam empat turnamen yaitu Indonesia terbuka, Malaysia Masters, Jepang Terbuka, dan Denmark Terbuka. 

Selain itu, hasil Prancis Terbuka, yang menjadi turnamen terakhir tahun ini menjadi titik terendah Apri/Fadia setelah terhenti di babak pertama.

Menyikapi statistik tersebut, Greysia melihat hal itu masih normal karena menjadi bagian dari proses perkembangan.

"Kalau soal Apri/Fadia kalah di awal itu normal ya, itu bagian dari proses dan perkembangan mereka. Ada naik turun juga. Pesannya ya harus tahan dengan keadaan sekarang, ekspektasi masyarakat sedang tinggi jadi harus tahan," pungkas Greysia. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT