12 June 2022, 15:14 WIB

Resmi Pensiun, Greysia Polii: Terima Kasih Indonesia


Dhika Kusuma Winata | Olahraga

Antara
 Antara
Pebulu tangkis Greysia Polii berjalan pada acara "Testimonial Day Greysia Polii" di Istora Senayan.

BERBALUT bendera Merah Putih dan keharuan di Istora Senayan GBK, Jakarta, Greysia Polii mengucapkan salam perpisahan. 

Atlet bulu tangkis 34 tahun itu resmi pensiun alias gantung raket. Seremoni bertajuk Testimonial Day itu digelar jelang laga final Indonesia Masters 2022.

Suasana haru dari ribuan penonton di Istora pun mengiringi momen terakhir Greysia sebagai atlet. Tangis pun pecah baik dari Greysia, keluarga, pasangannya di ganda putri Apriyani Rahayu, hingga penonton yang memenuhi tribun.

Greysia menutup kariernya dengan capaian tertinggi di dunia olahraga yang menjadi impian setiap atlet. Bersama Apriyani, dia sukses merengkuh medali emas Olimpade Tokyo. 

Baca juga: Haru Penonton di Istora Iringi Perpisahan Greysia Polii

Medali emas itu juga bersejarah, karena menjadi yang pertama bagi sektor ganda putri Indonesia. Istora menjadi tempat pertandingan yang spesial di hati Greysia. 

Dia mengingat ketika 2001, yakni pada usia 14 tahun, untuk pertama kalinya tampil di Istora Senayan. Mimpinya untuk berprestasi di level dunia pun dimulai dari sana.

Greysia juga mengingat pada 2008, Istora menjadi tempat yang berkesan ketika tim Uber Indonesia bisa masuk final, meski tidak diunggulkan. Menjuarai Olimpiade ternyata bukan satu-satunya hasrat terbesarnya. 

Juara di rumah sendiri juga menjadi ambisi Greysia. Sekian lama mengikuti turnamen BWF yang digelar di Tanah Air, akhirnya momen itu datang dengan kemenangan di Indonesia Masters dua tahun lalu.

Baca juga: Greysia Mengaku belum Akan Jadi Pelatih

"Belasan tahun berikutnya saya terus lalui, tapi mimpi untuk juara di kandang sendiri tak pernah tercapai. Sampai akhirnya pada 2020 di mana saya bisa juara bersama Apriyani di tempat ini (Istora)," tuturnya, Minggu (12/6).

"Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan, saya masih bisa diberi kesempatan satu kali untuk juara, cuma satu kali. Namun, itu momen yang berharga buat saya sebelum saya menyatakan ingin berhenti menjadi atlet," imbuhnya.

Dalam pikirannya, Greysia tak pernah membayangkan bisa melangkah sejauh ini selama perjalanan karier 30 tahun. Dirinya mengakui tak jarang merasa letih dan ingin berhenti di tengah jalan, ketika belum bisa memberikan prestasi.

"Saya tidak tahu mau jadi apa sebelum umur lima tahun, tapi kasih dan cinta dari Indonesia yang terus memberikan saya kekuatan. Hari demi hari saya perlu memaksakan diri untuk mengeluarkan yang paling terbaik yang saya bisa," kata Greysia.

Baca juga: Gagal ke Final Indonesia Masters, Minions tidak Menyesal

Lebih lanjut, dia berterima kasih kepada semua pihak atas berbagai dukungan selama ini. Mulai dari dukungan rakyat Indonesia, PB PBSI, para pelatih, keluarga, hingga pemerintah.

Terakhir, dia mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang memberinya kesempatan luar biasa membela untuk Merah Putih. Dirinya pun akan merindukan yel-yel dan sorak-sorai penonton di Istora. 

Meski tak lagi berkiprah sebagai atlet, Greysia berjanji hatinya akan tetap di bulu tangkis. Sejak awal tahun, dia didapuk sebagai Ketua Komisi Atlet BWF.

"Saya hari ini berhenti sebagai atlet, tapi hati saya akan selalu mencintai bulu tangkis. Saya berdoa untuk generasi baru akan mencatat banyak kemenangan, serta prestasi yang lebih besar lagi untuk Indonesia," harapnya.(OL-11)

BERITA TERKAIT