25 May 2022, 06:45 WIB

Selepas SEA Games, PRSI Bakal Genjot Pembinaan Perenang Muda


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ANTARA/Aditya Pradana Putra
 ANTARA/Aditya Pradana Putra
Perenang Indonesia Flairene Candrea

PENGURUS Besar Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PB PRSI) bakal menggenjot pembinaan atlet usia muda setelah para atlet muda yang dikirim ke SEA Games Vietnam mampu membuat kejutan dengan menyumbang medali emas di kejuaraan dua tahunan itu.

"Di SEA Games kali ini, kami memberikan kesempatan kepada perenang muda berpotensi untuk unjuk kemampuan. Hasilnya luar biasa. Semoga di SEA Games 2023 banyak perenang muda yang dikirim, sehingga regenerasi terus berjalan," kata Sekjen PB PRSI, Ali Patiwiri dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (25/5).

Di SEA Games Vietnam, dua atlet muda yakni Masniari Wolf, 16, dan Flairene Candrea, 17, sukses meraih medali emas. Prestasi itu jelas menjadi kejutan karena nama kedua atlet renang ini sebelumnya jarang muncul ke permukaan.

Baca juga: Pelatih Ungkap Flairene Sempat Gugup Sebelum Bertanding

Emas yang diraih keduanya bisa menjadi pelepas dahaga bagi atlet renang putri mengingat Indonesia sudah paceklik medali emas selama 11 tahun. Terakhir medali emas diraih Yessy Yosaputra yang turun di nomor 200 meter gaya punggung putri SEA Games 2011.

Tim renang Indonesia di SEA Games Vietnam berkekuatan 17 atlet dan mampu menyumbangkan dua medali emas, tiga medali perak, dan 10 medali perunggu. Pencapaian ini lebih baik dari SEA Games 2019 Filipina yakni satu emas, 6 perak, dan 7 perunggu.

"Selain Masniari dan Flairene, banyak perenang muda yang akan diberi kesempatan sama. Selanjutnya kita akan evaluasi dan yang terpenting adalah bagaimana menambah kuota perenang pada event selanjutnya. Karena Indonesia hanya kirim 17 atlet, lebih banyak Singapura (25) dan Thailand (23), yang juga terus gencar melakukan regenerasi," kata manajer tim renang Wisnu Wardhana.

Pencapaian dari dua atlet debutan yang merebut medali emas juga diapresiasi Waketum PB PRSI Harlin Rahardjo. 

Menurut dia, regenerasi atlet harus segera dilakukan mengingat persaingan bakal berlangsung lebih ketat.

"Hasil yang luar biasa dari para perenang debutan yang masih 16 tahun dan 17 tahun. Regenerasi tidak bisa ditawar lagi. Selain kuota ditambah, di SEA Games 2023 sebaiknya mayoritas perenang yang dikirim di bawah 20 tahun, mereka wajib diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman dan membuat kejutan seperti Masniari dan Flairene," katanya.

"Tujuan besar PB PRSI adalah meloloskan perenang ke Olimpiade, merekalah yang nanti bisa mewujudkan hal tersebut Insyaallah," tambah Harlin Rahardjo.

Beberapa perenang muda berbakat terus dipantau PB PRSI seperti Kaikea Boyum di Amerika Serikat (AS) dan Elysha Chloe Pribadi, yang bersekolah di Australia, serta perenang-perenang berbakat Indonesia lainnya seperti Adelia dan Serenna Karmelita. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT