23 May 2022, 14:45 WIB

Pola Baru Pembinaan Atlet Kokohkan Indonesia di Tiga Besar SEA Games Vietnam


Akmal Fauzi | Olahraga

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
Kontingen Indonesia untuk SEA Games Vietnam saat dilepas Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka.

KONTINGEN Indonesia menutup SEA Games 2021 Vietnam di peringkat tiga klasemen akhir dengan perolehan 69 emas, 92 perak, dan 80 perunggu.

Indonesia berada di atas Filipina (51-71-104) serta Singapura (47-46-73). Tuan rumah Vietnam di urutan teratas dengan 206-124-113, disusul Thailand dengan 92 emas, 101 perak, dan 135 perunggu.

Jumlah atlet dalam keikutsertaan Indonesia di SEA Games kali ini menjadi yang terkecil, yakni 499 atlet yang berkompetisi di 32 cabang olahraga. Dengan kondisi itu, Indonesia berhasil tembus tiga besar.

Baca juga: Target Tiga Besar Tercapai Bukti DBON di Jalur yang Tepat

Pada SEA Games 2013 di Nay Pyi Taw, Indonesia memberangkatkan 621 atlet dan berakhir di peringkat 4. Selanjutnya Singapura (2015-peringkat 5-525 atlet), Kuala Lumpur (2017-Peringkat 4-535 atlet), dan Manila (2019-peringkat 4-837 atlet).

“Saya bangga bisa menjadi CdM Indonesia untuk SEA Games ke-31, saat semua orang meragukan kita. Namun dengan tim kecil ini kita dapat menunjukkan bahwa kita bisa di posisi tiga besar klasemen akhir,” kata Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk SEA Games 2021 Vietmam, Ferry Kono, Senin (23/5)

Ferry mengatakan Indonesia tidak mematok target peringkat di SEA Games Vietnam. Sebab, partisipasi di SEA Games kali ini merupakan solidaritas kepada Vietnam sebagai negara di kawasan ASEAN yang sudah lama tidak menyelenggarakan multievent itu sejak 2003. Namun, Ferry mengatakan bukan berarti atlet-atlet Indonesia tidak berjuang.

Hal ini terbukti dengan penampilan Tim Indonesia di hari terakhir pertandingan SEA Games, di antaranya kejutan medali emas Muhammad Zul Ilmi, yang tidak diunggulkan. 

Selain itu ada Timnas Basket Indonesia yang berhasil mencetak sejarah dengan meraih medali emas pertama sejak keikutesertaan di SEA Games 1977.

“Ini sejarah besar bagi kita, tidak hanya di basket, tetapi juga bagi bangsa kita Indonesia,” kata Ferry Kono.

Di sisi lain, pemerintah, melalui Tim Review Kementerian Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), juga menyeleksi secara ketat atlet yang diberangkatkan ke Vietnam dengan pertimbangan prestasi yang merujuk kepada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). 

Pola pembinaan baru ini dibuat agar Merah Putih dapat berorientasi pada acuan prestasi yang lebih tinggi, yakni Asian Games dan Olimpiade. (OL-1)

BERITA TERKAIT