23 May 2022, 10:45 WIB

Selepas SEA Games, PB PABSI Fokus Ikut Kualifikasi Olimpiade Paris 2024


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ANTARA/Zabur Karuru
 ANTARA/Zabur Karuru
Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah melakukan angkatan clean and jerk pada final angkat besi nomor 73 Kg putra SEA Games 2021.

SEUSAI perhelatan SEA Games Vietnam, Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) akan mulai memfokuskan para atlet untuk mengikuti kualifikasi Olimpiade Paris 2024, yang akan dimulai pada Desember.

Kabid Binpres PB PABSI Hadi Wihardja mengatakan SEA Games ke-31 akan menjadi evaluasi penting untuk mengikuti ajang olahraga tingkat dunia itu, termasuk dalam hal pemilihan atlet untuk mengikuti nomor yang dilombakan.

"Kualifikasi Olimpiade dimulai pada Desember, kita lihat dia pakai perhitungan apa, kalau B poin berarti per kelas. Kelas yang kita tuju kita targetkan minimal masuk the big ten, itu yang minimal kita siapkan," ujar Hadi.

Baca juga: Lifter Rahmat Erwin Raih Medali Emas di SEA Games Vietnam

Sebagai contoh, Hadi mengatakan SEA Games kali ini melombakan nomor-nomor baru, salah satunya kelas atas yang tidak terlalu dikuasai tim Merah Putih.

Sehingga, menurut dia, fokus ke kelas baru menjadi kunci. Hal itu sudah dilakukan pada Rizki Juniansyah, yang biasanya turun di kelas 73 kg, harus berlomba di kelas 81 kg.

Rizki naik ke kelas 81kg karena ada aturan bahwa setiap negara hanya boleh mengirimkan satu lifter di setiap kelas perlombaan. Sementara di kelas 73 kg, Indonesia sudah menurunkan lifter lainnya yaitu Rahmat Erwin Abdullah.

Meski begitu, Rizki sukses membawa pulang medali perak dalam penampilan debutnya pada SEA Games. Atlet berusia 19 tahun itu mampu mengimbangi lawannya dari Thailand yang sudah senior.

Menyebut Rizki sebagai kuda hitam, Hadi mengatakan, "Akan tetap fokus ke kelas untuk bicara di Paris 2024."

Dengan demikian, Rizki harus bersaing dengan Rachmat mengumpulkan poin untuk menjadi wakil Indonesia di kelas 73 kg. Hal yang sama juga pernah terjadi pada Deni dan Triyanto yang turun di kelas 67 kg.

"Jadi dua duanya harus berpacu dengan poin kalau tidak mau berpisah, tapi kita akan lihat perkembangannya, jadi tetap fokus ke latihan," kata Hadi.

Adapun, di Olimpiade yang akan datang ada perubahan kelas yang diperlombakan dengan selisih 16 kg, dari semula kelas 73 kg-81 kg menjadi 73 kg-89 kg.

"Sudah jelas kalau 89 kg pasti lebih berat, tapi kita fokus ke yang 73 kg, jadi mungkin kita ciptakan juara Asia, kita ciptakan juara dunia, juara Olimpiade," ujar Hadi.

Islamic Solidarity Games, yang akan berlangsung Agustus nanti di Turki, dan Kejuaraan Asia juga akan menjadi ajang terdekat yang akan diikuti para lifter.

Di SEA Games Vietnam, kontingen cabang olahraga angkat besi menyumbang tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT