10 May 2022, 12:30 WIB

Mercedes Akui belum Mampu Kejar Ferrari dan Red Bull


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/Chandan Khanna
 AFP/Chandan Khanna
Pembalap Mercedes George Russell beraksi di GP Miami

MERCEDES menghadapi realita bahwa mereka masih kalah cepat dari Ferrari dan Red Bull setelah George Russell dan Lewis Hamilton hanya mampu finis kelima dan keenam di debut GP Miami di ajang Formula 1, Senin (9/5) WIB.

Memegang status juara dunia konstruktor delapan kali secara beruntun, Mercedes kini terpeleset ke peringkat tiga klasemen, tertinggal 62 poin di belakang Ferrari yang memimpin dan 56 poin di belakang Red Bull.

Tim Silver Arrow menunjukkan peningkatan performa pada sesi latihan Jumat (6/5), namun situasi itu semu karena kedua mobil W13 tidak mampu menjadi penantang serius di sirkuit yang berada di kompleks Hard Rock Stadium, Florida itu.

Baca juga: Albon Berharap Tuah Cat Rambut Bantu Dirinya Terus Cetak Poin Bagi Williams

"Pada akhirnya tidak ada momen menyenangkan. Kami tercepat ketiga di lintasan dan dalam beberapa hal di antah berantah. Kami mendapati Jumat yang baik, kami perlu membedah kenapa demikian dan kemudian bangkit kembali," kata bos tim Mercedes Toto Wolff.

"Ini posisi kami sekarang. Kami mungkin tidak cepat di kualifikasi dan terkadang kami tersingkir. Tapi kami kembali ke mana kami sekarang dan itu adalah di belakang Red Bull dan Ferrari," lanjutnya.

Russell mengawali balapan dari P12 menyusul hasil kualifikasi yang mengecewakan, namun mampu merangsek ke depan dan bahkan menyalip rekan satu timnya.

"Perasaannya campur aduk karena melihat di mana posisi kami kemarin, hari ini adalah hasil yang baik. Tapi apabila Anda mengatakan kepada saya setelah Jumat kami bakal finis P5 dan P6 dan sejauh itu di belakang P1, saya akan sangat kecewa," ujar Russell.

"Kami punya mobil yang cepat di sana, kami hanya tidak memiliki kunci untuk membuka performa dan kami belum paham benar kenapa demikian. Masih harus berbenah," imbuhnya.

Russell mengatakan masalah porpoising atau kondisi memantul-mantul di lintasan lurus yang ia alami dengan mobilnya lebih baik ketimbang saat kualifikasi pada Sabtu (7/5).

"Hari ini tidak terlalu baik karena kecepatannya rendah dan aeronya tidak bekerja sekeras mungkin sehingga saya mampu sedikit mengatasinya. Ini membuat frustasi tapi saya yakin kami akan mampu mengatasinya," papar Russell.

"Ada kalanya saya merasa 'Ini dia, kami mendekat' tapi pada akhirnya para pembalap lain jauh lebih kencang daripada kami dan kami perlu membuka kunci untuk mengeluarkan performa yang kami miliki di mobil ini," tambang sang pebalap Inggris.

Juara dunia tujuh kali Lewis Hamilton mempertanyakan keputusan timnya menariknya ke pit untuk ban soft saat safety car dikeluarkan.

"Dalam skenario itu, saya tidak tahu di mana posisi para pembalap dan ketika tim menyerahkan keputusan kepada saya, saya tidak punya informasi untuk mengambil keputusan," kata Hamilton.

"Tugas mereka adalah membuat keputusan untuk saya. Mereka punya semua detailnya. Itulah kenapa Anda bergantung kepada mereka, hari ini mereka menyerahkan (keputusan) ke saya dan saya tidak memahami itu," kecamnya.

"Paling tidak kami mendapat poin, kami finis, reliabilitasnya baik. Kami hanya harus terus mencoba... Saya sangat ingin merasakan kemajuan pada suatu ketika, yang mana belum kami dapatkan," kata dia.

Engineering Director Andrew Shovlin sepakat timnya telah mengerahkan yang terbaik dalam kondisi terburuk, namun ia juga tidak memungkiri realitas yang ada.

"Kami sadar bahwa kami harus memangkas lap time itu dalam beberapa pekan ke depan apabila kami ingin menghadirkan ancaman ke Red Bull atau Ferrari," tegas Shovlin. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT