09 May 2022, 05:30 WIB

Hamilton Bersikeras Tolak Larangan Perhiasan di Formula 1


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/Jared C. Tilton/Getty Images
 AFP/Jared C. Tilton/Getty Images
Pembalap Mercedes Lewis Hamilton datang ke paddock GP Miami dengan mengenakan pakaian serba pink, kacamata ungu, dan jam tangan besar.

LEWIS Hamilton melanjutkan perlawanannya terhadap aturan perhiasan di Formula 1 dengan hadir di paddock GP Miami menggunakan busana meriah, mengombinasikan t-shirt dan celana pink serta kacamata ungu.

Aksi Hamilton itu merupakan pernyataan perlunya individualitas setelah dia berselisih dengan pengelola Formula 1, FIA, terkait aturan larangan perhiasan .

Juara Formula 1 tujuh kali itu juga mengenakan jam tangan emas besar, 24 jam setelah memastikan mengawali balapan dari posisi start keenam.

Baca juga: Aturan Perhiasan Dan Pakaian Dalam Pembalap F1 Picu Kontroversi

Partisipasi Hamilton di GP Miami sempat diragukan setelah pada Jumat ((6/5), pembalap Inggris itu menegaskan dirinya tidak akan melepas anting dan tindikan hidungnya.

FIA mengeluarkan aturan baru yang mengharuskan tim memastikan pembalap mereka melepaskan semua perhiasan mereka saat balapan.

Ancaman Hamilton untuk memboikot GP Miami dibatalkan setelah dia bertemu dengan Presiden FIA Mohammed ben Sulayem dan Presiden Komisi Medis FIA Sean Petherbridge.

Pembalap berusia 37 tahun bersedia melepaskan antingnya dan diberi dispensasi untuk tidak melepas tindikan di hidungnya dalam dua balapan karena tindikan itu sulit dilepaskan.

Namun, Sabtu (7/5), setelah babak kualifikasi, Hamilton kembali menegaskan tidak berencana melepaskan tindikan hidungnya di GP Monaco, 29 Mei mendatang.

"Saya tidak akan melakukannya. Saya mendapatkan dispensasi di sini dan saya akan mendapatkannya lagi hingga akhir balapan. Cincin kawin diizinkan dipakai," serunya.

Aturan larangan perhiasan dikeluarkan oleh Direktur Balapan Formula 1 yang baru Niels Wittich dengan alasan keamanan, terutama jika mobol terbakar.

Hamilton menggapi hal itu dengan mengatakan, "Ketika berbicara soal larangan perhiasan, mereka beralasan soal keamanan."

"Saya mengatakan, 'Terus apa yang terjadi selama 16 tahun lalu? Saya telah mengenakan perhiasan selama 16 tahun, apakah saya menjadi tidak aman?'," tegasnya. (AFP/OL-1)
 

BERITA TERKAIT