03 May 2022, 22:01 WIB

MotoGP Tegaskan Suzuki Harus Tetap Ikut Balapan Sesuai Kontrak


Widhoroso | Olahraga

AFP/JORGE GUERRERO
 AFP/JORGE GUERRERO
Tim MotoGP Suzuki

PROMOTOR MotoGP, Dorna Sports menyatakan Suzuki harus bertahan dan tetap harus mengikuti balapan sesuai kontrak yang telah dibuat. Hal itu dinyatakan Dorna terkait pemberitaan bahwa Suzuki mempertimbangkan akan mundur dari MotoGP akhir musim balap tahun ini.

"Dorna Sports telah secara resmi menghubungi Suzuki untuk mengingatkan mereka bahwa kondisi kontrak mereka untuk balapan di MotoGP tidak memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan ini secara sepihak," demikian pernyataan Selasa (3/5).

Peringatan itu dikeluarkan menyusul laporan Motorsports.com bahwa pemimpin Suzuki telah mengumpulkan semua anggota tim MotoGP, Senin (2/5) dan mengomunikasikan keputusannya untuk berhenti dari seri pada akhir tahun.

Suzuki sebelumnya pernah meninggalkan MotoGP pada akhir 2011 sebelum kembali pada 2015. Dorna sendiri tidak menutup kemungkinan bahwa tim asal Jepang itu akan mundur lagi.

"Jika Suzuki pergi setelah kesepakatan antara kedua belah pihak, Dorna akan memutuskan jumlah ideal pembalap dan tim balap di kelas MotoGP mulai 2023,” bunyi pernyataan.

Dorna menambahkan terus menerima minat dari sejumlah pabrikan resmi dan tim independen yang ingin bergabung dengan MotoGP. "Minat dari pihak-pihak ini telah dikonfirmasi ulang dalam 24 jam terakhir," tambah Dorna.

Di era 500cc, Barry Sheene, Marco Lucchinelli, Franco Uncini, Kevin Schwantz, dan Kenny Roberts Jr pernah membawa Suzuki merebut juara dunia. Sejak kembali pada 2015, Suzuki memenangkan satu gelar juara dunia pada 2020 melalui Joan Mir. Sedangkan rekan setimnya, Alex Rins berada di urutan ketiga.

Tahun ini, Rins berada di urutan empat klasemen dan Mir berada di posisi enam. Motorsports melaporkan Mir kemungkinan akan bergabung dengan Honda menggantikan Pol Espargaro.

Tidak seperti tim pabrikan lain seperti Ducati, Yamaha, Honda dan KTM, Suzuki, serta Aprilia, tidak memiliki tim satelit. Hal ini membuat Suzuki 'harus berjuang sendirian' di klasemen pabrikan MotoGP.

Hingga 2026 mendatang, MotoGP memakai format 24 pembalap seusai dengan kontrak antara Federasi Sepeda Motor Internasional, Dorna dan Asosiasi Tim Balap Internasional, yang mewakili enam pabrikan. (AFP/OL-15)

 

BERITA TERKAIT