21 March 2022, 20:50 WIB

Tenis Meja Siapkan Atlet ke SEA Games


Dhika Kusuma Winata | Olahraga

DOK IST
 DOK IST
Ketua Umum PTMSI Peter Layardi (kedua dari kiri).

PERSATUAN Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) akan mengirim atlet ke SEA Games ke-31 di Vietnam Mei mendatang dengan biaya mandiri. Hal itu untuk meringankan beban pembiayaan pemerintah karena keterbatasan anggaran serta prioritas.

"Untuk pelatnas tim tenis meja kami bersedia membantu Kemenpora, KOI, dan KONI. Kami mempersiapkan atlet demi Merah Putih, kami secara pribadi bersedia membiaya TC (training camp) dan keberangkatan," kata Ketua Umum PTMSI Peter Layardi di Jakarta, Senin (21/3).

Peter mengatakan seleksi pelatnas digelar 22-23 Maret untuk menjaring atlet-atlet yang akan diberangkatkan. Atlet-atlet potensial sudah dipanggil untuk mengisi slot delapan atlet putra dan delapan atlet putri yang akan masuk ke pemusatan latihan (TC) nantinya.

"Kami miliki waktu yang singkat untuk mempersiapkan ini. Seleknas yang akan ikut melalui tim pemantauan. Kami panggil atlet-atletnya," imbuhnya.

Berbicara target, Peter mengatakan pihaknya mengincar dua medali emas di nomor beregu putra dan ganda putra. Dia menilai target itu bisa dicapai mengingat persaingan dengan Singapura yang kemungkinan tak memakai jasa pemain naturalisasi.

Baca juga: JSC BNI 46 Gelar Uji Tanding Tenis Meja Meriahkan HPN 2022

"Dua emas kita berani jamin karena Singapura tidak menurunkan pemain naturalisasi. Beregu putra dan ganda putra sudah kami siapkan," kata Peter yang akan maju kembali pada pemilihan Ketum PTMSI periode 2022-2026.

Adapun untuk pemilihan Ketum PTMSI baru akan dilakukan dalam Muyawarah Nasional (Munas) pada Sabtu (26/3) di Hotel Ciputra, Jakarta. Pendaftaran bakal calon ketua umum dibuka selama tiga hari mulai 16-18 Maret.

Hingga pendaftaran ditutup, hanya ada satu bakal calon ketua umum yang menyerahkan berkas, yakni Peter. Saat menyerahkan berkas kepada Tim Penjaringan dan Penyaringan di Gedung KONI, Jakarta, Senin (21/3), Peter mendapatkan dukungan 33 pengurus provinsi (Pengprov) dari 34 Pengprov yang ada. Adapun satu Pengprov yang tak memberikan dukungan adalah Bali.

"Semua berkas yang kami terima telah lengkap. Ini akan kami pertanggungjawabkan di Munas tanggal 26 nanti," ujar Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Munas PTMSI Rudolf Pattiasina.

Sesuai aturan, bakal calon bisa maju jika mendapatkan dukungan minimal 14 Pengprov. Dukungan dibuktikan dengan surat pernyataan yang ditanda tangani ketua umum dan sekretaris Pengprov.

Peter sendiri mengaku bersedia maju lagi sebagai Ketum karena ingin menjadikan tenis meja berprestasi. "Kita punya visi misi. Visinya menjadikan cabor tenis meja semakin baik, populer dan berprestasi buat Merah Putih," ungkap Peter.

"Misinya, untuk empat tahun ke depan makin kuat roda organisasi. Dengan organisasi yang kuat, kami bisa melakukan pembianaan sehingga lahirkan prestasi tenis meja," tambahnya. (R-3)

BERITA TERKAIT