21 January 2022, 11:35 WIB

Ketua Umum KONI Pusat: Barongsai Penting untuk Sport Tourism


Basuki Eka Purnama | Olahraga

MI/ANDRI WIDIYANTO
 MI/ANDRI WIDIYANTO
 Aksi barongsai saat pembukaan Kejuaraan Badminton Open Surya Paloh Cup 7 di Gelanggang Olahraga (GOR) Padjajaran, Kota Bogor, Jawa Barat.

KETUA Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman mengatakan barongsai memiliki peran besar untuk sport tourism di Tanah Air.

Dia juga berpesan kepada Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (PB FOBI) agar rutin membuat event. 

Agar Indonesia menghasilkan atlet-atlet berprestasi, Marciano mengungkapkan agar jajaran pengurus tak hanya kompak, namun melakukan peningkatan tata kelola keorganisasian.

Baca juga: Ketua KONI Berharap Kiprah Shalika Jadi Inspirasi Pemain Lain

Pada sisi lain, menurutnya, barongsai juga memiliki nilai khusus yang dapat bermanfaat bagi perkembangan sport tourism Indonesia.

"Peran olahraga barongsai untuk sport tourism sangat besar, bikin event tertentu yang sinergi dengan program daerah," kata Marciano dalam keterangan resmi, Jumat (21/).

Sebelumnya, KONI Pusat menerima kunjungan dari PB FOBI di Kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, Rabu (19/1).

Sementara itu, Ketua Umum PB FOBI Edy Kusuma melaporkan program pembinaan tetap berjalan meski di masa pandemi covid-19. 

"Sekalipun pandemi, FOBI tidak pernah berhenti berkegiatan di seluruh Indonesia," kata Edy Kusuma.

Saat ini, lanjut Edy, PB FOBI menaungi 25 pengurus provinsi (pengprov).

Mewakili masyarakat Barongsai Indonesia, Edy menyampaikan terima kasih bahwa barongsai tidak hanya dianggap sebagai hiburan saat ini.

"Terima kasih barongsai sudah dimasukkan ke cabang olahraga, kalau dulu hanya hiburan," kata Edy.

Adapun PB FOBI juga menyampaikan keikutsertaan atlet Tanah Air pada beberapa kompetisi antarnegara.

Selain atlet, penjurian juga membanggakan, Wasekjen PB FOBI Arifin menyampaikan bahwa penjurian Indonesia terus mengacu regulasi internasional.

PB FOBI membuat buku terjemahan regulasi internasional sebagai pedoman pegiat olahraga Barongsai di Tanah Air. Tahun 2022 ini juga direncanakan akan menggelar seminar penjurian. Banyak negara yang belajar penjurian dari Indonesia.

PB FOBI berharap Barongsai kelak akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Olahraga barongsai sendiri sudah melebur dengan budaya masyarakat Indonesia sejak dulu. 

"Sejarahnya lama sekali di Indonesia. Pemain-pemain barongsai sudah bukan orang-orang keturunan Tionghoa saja," ungkas Edy. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT