06 January 2022, 10:45 WIB

Imbas dari Penolakan Novak Djokovic, Presiden Serbia Kecam Australia


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

AFP
 AFP
Petenis Novak Djokovic

Imbas dari penolakan petenis Serbia Novak Djokovic untuk masuk ke Australia dan berlaga di Australia Terbuka 2022, memicu kecaman dari Presiden Serbia Aleksandar Vucic dengan mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan "penganiayaan" untuk bintang tenis dunia.

Diketahui sebelumnya, Petenis nomor satu dunia Novak Djokovic batal berlaga di Australia Terbuka 2022. Meski sudah mendapatkan pengecualian medis untuk vaksin covid-19 yang mana vaksinasi menjadi syarat wajib untuk berlaga di Australia Terbuka, Djokovic tetap tak bisa tampil karena visanya ditolak.

Petenis Serbia itu telah mendarat di Melbourne dari Dubai pada Rabu (5/1), setibanya di Melbourne, Djokovic ditahan di Bandara dan tak bisa keluar karena dianggap tidak memenuhi persyaratan untuk masuk Australia. sebelum akhirnya visanya ditolak dan diminta untuk meninggalkan Australia.

Dalam unggahannya di akun Instagram Vucic mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Djokovic melalui sambungan telepon, dan mengatakan kepada juara grand slam 20 kali itu bahwa pihaknya tengah berusaha sesegera mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut.

"Saya baru saja menyudahi pembicaraan telpon dengan Novak Djoovic. Saya bilang kepada Novak bahwa seluruh Serbia bersamanya dan pihak berwenang kami melakukan semua tindakan agar penganiayaan terhadap pemain tenis terbaik dunia berakhir sesegera mungkin," tulis Vucic dalam akun Instagramnya.

Melihat perlakuan Australia, Vucic mengaatakan tidak akan tinggal diam dan akan berjuang untuk Djokovic agar mendapatkan keadilannya.

"Sejalan dengan semua standar hukum internasional yang berlaku, Serbia akan berjuang untuk Novak Djokovic, keadilan dan kebenaran. Novak seseorang yang kuat, seperti kita semua tahu,” tegasnya.

Sebelumnya, terkait penolakan Djokovic, Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan peraturan adalah peraturan. dan peraturan tersebut dibuat untuk kepentingan masyarakat Australia dan melindungi masyarakat Australia dari covid-19. "Visa Djokovic telah ditolak. Aturan tetaplah aturan, terutama jika menyangkut perbatasan kami," cuit Morrison di media sosial Twitter.

"Tidak ada seorang pun yang di atas aturan ini. Kebijakan perbatasan kami yang kuat sangat penting bagi Australia yang memiliki salah satu tingkat kematian covid-19 terendah di dunia, kami terus waspada," jelasnya.

Morrison menegaskan pihaknya tidak akan memberikan bantuan khusus untuk Djokovic, dan akan memperlakukan petenis top dunia itu sama seperti orang lainnya. Morrison menyatakan jika Djokovic tidak memiliki bukti untuk pembebasannya, dia akan berada di pesawat berikutnya untuk pulang.

Adapun Australia Terbuka 2022 akan dimulai pada 17 Januari mendatang, sederet petenis dunia lainnya seperti Rafael Nadal (Spanyol), Daniil Medvedev (Rusia), hingga Alexander Zverev (Jerman) telah tiba di Australia.

Dengan Djokovic yang tidak diizinkan masuk ke Australia, misi petenis Serbia itu untuk mempertahankan gelar serta merebut gelar grand slam ke-21 kalinya itu pun sirna. (AFP/OL-12)

BERITA TERKAIT