30 December 2021, 10:30 WIB

NTB Evaluasi Penyelenggaraan WSBK untuk Gelar MotoGP


Basuki Eka Purnama | Olahraga

ANTARA/Andika Wahyu
 ANTARA/Andika Wahyu
Laga WSBk di Sirkuit Mandalika, 21 November lalu.

PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan rapat evaluasi kekurangan perhelatan World Superbike (WSBK) agar kelemahan-kelemahan yang ditemukan selama berlangsungnya ajang tersebut bisa disempurnakan saat pelaksanaan MotoGP, Maret 2022 mendatang.

"Tugas kita bersama tidak hanya selesai hingga IATC dan WSBK, namun gelaran MotoGP menjadi momen strategis sekaligus menjadi tuntutan kita untuk lebih bekerja ekstra lagi agar pelaksanaan MotoGP berjalan sukses dan bisa menutupi kelemahan-kelemahan yang ditemukan selama pelaksanaan WSBK dan IATC," kata Sekda NTB HL Gita Ariadi di Mataram, Rabu (29/12).

Miq Gite, sapaan akrab Sekda NTB, mengakui pelaksanaan IATC dan WSBK masih memiliki banyak kelemahan, baik dari sisi perhubungan, kesehatan, kepariwisataan, penataan UMKM, infrastruktur, keamanan dan lainnya.

Baca juga: Akan Ada 5G Experience di Ajang MotoGP Mandalika 2022

Untuk itu, harus menjadi atensi semua pihak dalam melakukan pembenahan dan perbaikan-perbaikan menyeluruh agar pelaksanaan MotGP tidak ditemukan permasalahan-permasalahan baru yang luput dari perhatian.

"Kita tidak menginginkan stamina kita habis sampai penyelenggaraan WSBK, namun menghadapi MotoGP ini kita harus mempersiapkan stamina baru lagi menuju kesuksesan event yang lebih besar lagi. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini pula telah membuktikan bahwa kita masih miliki tenaga dan obsesi untuk menyukseskan event dunia yang mempertaruhkan citra daerah, bangsa, dan negara di mata dunia," ujarnya.

Meski demikian, berbagai kekurangan yang ditemukan dalam pelaksanaan IATC dan WSBK hendaknya bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk perbaikan berikutnya terlebih menghadapi perhelatan dunia MotoGP. 

Karena, lanjutnya, kerja sama dan kemitraan semua pihak yang terlibat di dalamnya harus semakin dipadupadankan dan diperkuat.

"Karena kata kunci untuk semua kesuksesan itu ada pada totalitas kebersamaan yang dilakukan yang harus tetap dijaga dengan sebaik-baiknya," tegas Miq Gite.

Ia melanjutkan meski IATC dan WSBK masih menyisakan kelemahan-kelemahan di berbagai lini, kedua ajang tersebut mendapat atensi dari pemerintah pusat. 

Bahkan, seminggu usai pelaksanaan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah bersama Panglima TNI, Kapolri, dan sejumlah menteri terkait menyelenggarakan rapat terbatas (ratas) di Istana Pesiden dipimpin Presiden Joko Widodo untuk membahas dan memantapkan persiapan penyelenggaraan MotoGP Maret 2022 mendatang.

"Setelah itu pula sejumlah Menteri diperintahkan turun kembali ke Sirkuit Mandalika untuk untuk memotret berbagai ketersediaan pendukung sesuai dengan bidang tugas masing-masing kementerian dan lembaga untuk dilakukan pembenahan sebaik mungkin sebelum tibanya pelaksanaan MotoGP 2022 mendatang," ujarnya.

"Ini artinya kita tak bekerja sendiri. Pemerintah pusat menaruh perhatian khusus akan pelaksanaan berbagai perhelatan internasional yang akan diselenggarakan di NTB termasuk MotoGP. Untuk itu kepada seluruh OPD diminta untuk tidak segan-segan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian atau lembaga terkait,"; katanya. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT