26 December 2021, 20:09 WIB

Perenang Putri Indonesia Masih Kalah Saing


Antara | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Atlet loncat indah DKI Jakarta Linadini Yasmin beraksi di final Loncat Indah nomor Menara Putri PON 2020.

PELATIH timnas renang Indonesia Albert C Sutanto mengakui perenang putri Merah Putih masih kalah bersaing di pentas dunia. Albert mengambil contoh dalam gelaran Olimpiade, Indonesia selalu mengandalkan slot wildcard untuk sektor putri.

Kali terakhir, kata Albert, perenang putri Merah Putih yang lolos kualifikasi untuk tampil dalam pesta olahraga terbesar dunia tersebut adalah Elsa Manora Nasution yang kala itu tampil pada nomor 100 meter gaya punggung.

Artinya lebih dari dua dekade, belum ada perenang putri Indonesia yang berhasil mencapai limit untuk kualifikasi di Olimpiade. "Sampai saat ini, belum ada karena di Olimpiade kita selalu mengandalkan wildcard. Kita ingin pada sektor putri ini makin kuat," kata Albert kepada Antara, Minggu (26/12).

Saat ini, dalam daftar 22 atlet renang yang masuk dalam skuad pemusatan latihan nasional (pelatnas), hanya ada tujuh perenang putri.

Baca juga: Atlet Para Renang Indonesia Berhasil Lampaui Target di AYPG 2021

Mereka adalah Azzahra Permatahani, Nurul Fajar Fitriyati, AA Istri Ratih Kania Atmaja, Adinda Larasati Dewi, Anandia Treciel Vanessae Evato, Elysha Chloe Pribadi, dan Prada Hanan Farmadini.

"Ke depan, kami ingin pada sektor putri ini kuat. Saat ini, dari 22 atlet pelatnas, putrinya hanya tujuh. Satu berlatih di Australia (Elysha) dan enam di sini (Indonesia)," ujar Albert.

Meski begitu, lanjut Albert, untuk level Asia Tenggara, perenang putri Indonesia masih mampu bersaing. Bahkan, Albert berharap pada SEA Games 2022, perenang putri punya kans untuk mengakhiri paceklik medali emas. (R-3)

BERITA TERKAIT