12 December 2021, 23:27 WIB

Angkat Besi tak Masuk Daftar Cabor Olimpiade 2028, KOI Segera Koordinasi dengan IOC dan IWF 


Ilham Ananditya | Olahraga

antara/Sgid Kurniawan
 antara/Sgid Kurniawan
Lifter Eko Yuli Irawan berlatih

KETUA Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari akan segera melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak perihal cabang olahraga angkat besi yang tidak masuk ke dalam program atau daftar olahraga Olimpiade Los Angeles 2028. 

Hal itu, lanjut Okto, karena cabor angkat besi masuk dalam daftar Desain Besar Olahraga Nasional dan penyumbang medali di multiajang Olimpiade. 

"Kita akan segera kita koordinasikan dengan pihak Komite Olimpiade Internasional (IOC), PABBSI, dan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF). Kalau ini memang sudah diputuskan artinya kan ini harus diikuti. Tapi kalau masih ada kemungkinan diubah, kita akan coba minta IWF untuk lebih aktif ke IOC," tutur Okto, sapaan akrab Raja Sapta, saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (12/12) pagi WIB. 

"Kabar angin ini sebetulnya kita sudah dengar sejak lama, terkait dengan banyaknya tantangan masalah doping di angkat besi. Kita sendiri harus siap dengan segala kemungkinan, artinya kita sama-sama ketahui cabor bulutangkis, angkat besi, dan panahan selalu menjadi kelompok besar dalam kontingen Olimpiade," lanjutnya. 

Sependapat dengan Okto, pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Menteri Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Jonni Mardizal mengungkapkan pemerintah mendukung adanya jalur komunikasi KOI kepada pihak-pihak terkait. 

Baca juga : KOI Harapkan Ketua PB ISSI Baru Lanjutkan Program Pengurus Sebelumnya

"Untuk menyelamatkan cabor angkat besi agar tetap dipertandingkan di olimpiade, perlu kerja keras kita semua. KOI (komunikasi) ke IOC dan PB PABBSI ke IWF. Tentu semuanya itu atas dukungan Pemerintah RI," ungkap Jonni. 

Sementara itu, lifter Eko Yuli Irawan optimistis keputusan itu masih bisa diubah. Ia mengharapkan adanya IWF mampu menjalankan instruksi dari IOC supaya angkat besi dapat dipertandingkan. 

"Masih belum pasti ya, tapi ya mudah-mudahan IWF bisa jalanin instruksi dari IOC. Supaya angkat besi tetep bisa di pertandingkan di Olimpiade 2028. Jangan sampai karena kepengurusan federasi yang bermasalah, kitanya yang jadi korban tidak bisa ikut olimpiade," tutur Eko. 

Kepala Pelatih Angkat Besi Indonesia Dirja Wihardja lebih ingin memfokuskan komunikasi mendalam, ketika IWF sudah memiliki ketua yang baru pada awal tahun 2022. 

"Saya kira kita tunggu ketua umum baru IWF. Awal januari 2022 ada pemilihan ketua baru, kita lihat perkembangan hasil kongres," kata Dirja. (OL-7)

BERITA TERKAIT