12 November 2021, 23:29 WIB

Pemprov Papua Miliki PR Rawat Venue PON


Faustinus Nua | Olahraga

ANTARA
 ANTARA
Venue Aquatic PON XX Papua di Kampung Harapan, Sentani, Papua. 

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan kekhawatirannya atas pengelolaan fasilitas PON dan Perparnas Papua pascaperhelatan dua multieven nasional itu. Pasalnya, fasilitas olahraga yang sudah dibangun PON dan Peparnas di berbagai daerah banyak yang tidak terawat setelah perhelatan usai.

"Ada problem sebelumnya bekas venue banyak yang tidak terawat. Saya ingatkan kepada teman-teman, kepada Pemprov Papua bahwa dipersiapkan untuk ada badan yang mengelola," ujarnya dalam konferensi pers, Jumat (12/11) malam.

Zainudin mengatakan bahwa perhelatan multieven itu akan segera berakhir dengan penutupan Peparnas, Sabtu (13/11). Selanjutnya menjadi PR adalah bagaimana mengelola dan memanfaatkan fasilitas yang sudah dibangun untuk masyarkat Papua itu sendiri.

Menpora menambahkan sudah mendapat informasi bahwa Pemprov Papua sudah menyiapkan badan pengelola. Anggarannya pun sudah disiapkan sehingga fasilitas bisa tetap terawat.

"Saya mendapat informasi mereka sudah menyiapkan badan, seperti badan pengelola GBK. Bahkan APBD untuk 2022 sudah dianggarkan Rp37 miliar untuk maintainance-nya," tuturnya.

Menurutnya, kesiapan tersebut patut diapresiasi. Akan tetapi, ke depan Pemda harus bisa bekerja sama dengan pihak ketiga agar pengelolaan fasilitas PON tidak hanya bersumber dari APBD. Anggaran daerah harus dikurangi setiap tahunnya dengan meningkatkan pendapatan dari pemanfaatan fasilitas tersebut.

Apalagi, ke depan fasilitas PON Papua termasuk dalam 10 sentra olahraga yang ditetapkan pemerintah. Hal itu berdasarkan Perpres 86/2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional. "Jangan sampai pengalaman dari provinsi lain yang menyelenggarkaan PON tempat menjadi terlantar, tidak terurus. Jangan terulang di Papua," tandasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT