22 October 2021, 21:45 WIB

Polemik Persib, Farhan Minta Bobotoh Jaga Kemurnian Kritik


Bayu Anggoro | Olahraga

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Muhammad Farhan, anggota DPR RI yang juga bobotoh Persib Bandung


POLEMIK petisi bobotoh Persib Bandung yang meminta pelatih
Robert Rene Alberts dipecat masih menjadi sorotan. Termasuk dari salah
seorang bobotoh yang juga anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,
Muhammad Farhan.

Dia menilai, petisi tersebut harus menjadi dinamika demokrasi antara
bobotoh dengan manajemen ke arah yang lebih baik. Bahkan, adanya sikap
dari manajemen memberi batasan tertentu untuk mengevaluasi pelatih,
harus menjadi motivasi bagi bobotoh dan pemain.

"Manajemen Persib selalu punya ukuran kuantitatif yang tegas. Pada saat
bersamaan saya percaya bahwa penggantian pelatih bukan solusi terbaik.
Polemik petisi #reneout adalah hak kebebasan berekspresi bobotoh yang
patut dihargai," kata Farhan, Jumat (22/10).

Dia menilai, Persib bisa menjadi Juara Liga 2014 dan Piala Presiden 2015 karena secara konsisten pelatih Jajang Nurjaman dipertahankan dan
diperkuat sejak musim 2012-2013. Karena itu, saat ini, manajemen Persib juga harus menjaga konsistensi Rene dan memberikan penguatan.

"Persib perlu menang dan juara, hanya itu yang ada di benak dan hati
semua bobotoh. Kemampuan dan keahlian manajerial dan sport science semua sudah lengkap dimiliki oleh Persib," katanya.

Ia menambahkan sebagai supporter memang tidak memiliki kemampuan yang selengkap tim Persib. Tapi hati bobotoh 100% untuk Persib. Maka hasil yang ditunggu harus juara.

Farhan mengimbau bobotoh agar terus mendukung sistem yang diterapkan manajeman dan pemain untuk mengubah keadaan.

Dari pertandingan terakhir, Persib Bandung menang melawan PSS Sleman Jumat (22/10). Persib memborong 4 gol, dibalas PSS Sleman dengan 2 gol.

"Ini harus menjadi pecut bagi tim Persib untuk membuktikan yang
terbaik. Polemik #reneout ini juga, harus dijaga kemurniannya sebagai
suara bobotoh," katanya.

Ia mengajak suporter menjaga bersama kritik dari penunggangan kepentingan yang ada di luar Persib sebagai klub sepak bola kebanggaan warga Jawa Barat. "Supporter dan klub tidak mungkin lepas, ada keterkaitan yang tidak terpisahkan. Maka proses pendewasan harus berjalan di kedua belah pihak, baik klub maupun suporternya," tegasnya.

Klub, lanjut Farhan, juga harus lebih terbuka terhadap suporter. "Suporter harus bisa memberikan dukungan terukur yang justru akan
meningkatkan prestasi klub. Jangan membabi buta terhadap satu sama lain. Malah bisa saling merugikan," terangnya. (N-2)

BERITA TERKAIT