05 October 2021, 07:30 WIB

Binaragawan Peraih Medali Emas PON XX Papua Promosikan Kehebatan Ulat Sagu


Basuki Eka Purnama | Olahraga

Dok MI/Siska Nurifah
 Dok MI/Siska Nurifah
Ulat sagu

ULAT sagu merupakan alternatif asupan protein hewani yang efektif untuk menambah masa otot. Hal itu dikatakan atlet binaraga peraih medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Oto Gideon Wantik.

"Ulat sagu proteinnya bagus. Papua kaya dengan protein yang begitu luar biasa. Saya kira di Papua tidak ada yang kurang," kata peraih medali emas binaraga kelas 65 kg itu di Jayapura, Senin (4/10).

Laporan penelitian menyebutkan larva kumbang merah kelapa (Rhynchophorus ferrugenesis), yang kerap bertelur di pucuk pohon sagu berprotein 9,34% atau hampir separuh dari daging merah yang mencapai 28 gram lebih protein per 100 gram konsumsi.

Baca juga: Papua Pecah Rekor Perolehan Emas PON

Selain itu, santapan khas Papua itu juga mengandung beberapa asam amino esensial, seperti asam aspartat (1,84%), asam glutamat (2,72%), tirosin (1,87%), lisin (1,97%), dan methionin (1,07%).

Oto meyakini ulat sagu mampu membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dari serangan virus dan bakteri penyebab penyakit. 

Kandungan asam lemak pada ulat sagu juga mampu menghalau peradangan pada tubuh dan menurunkan kadar trigliserida pada tubuh sehingga jantung akan menjadi lebih sehat.

Rasa ulat sagu, disebut Oto, mirip dengan sensasi menyantap potongan lemak daging sapi namun dengan semburat rasa gurih yang lebih kuat. Sajiannya disarankan dengan cara dibakar biar lebih sedap di mulut.

"Ulat sagu ini bisa dimasak dengan cara dibakar atau direbus. Tapi lebih sedap dibakar," katanya.

Ulat sagu juga bisa dilolah dengan cara dibakar lalu dibungkus dengan varian daun lalapan seperti yang dilakukan atlet Papua peraih medali emas binaraga di kelas 75 kg PON XX Papua Edoardus Apcowo.

"Kalau saya biasanya dibungkus dengan lalapan daun. Kalau menurut saya, ulat sagu lebih mirip sama rasa ikan salmon. Sangat cocok buat protein tubuh," katanya.

Peraih medali emas PON XVIII Riau 2012 itu justru mengecap rasa gurih ulat sagu berasal dari kandungan lemak larva berwarna putih dan terlihat gemuk itu.

"Baik untuk protein dan otot. Karena dia punya lemak itu bukan lemak jenuh," katanya.

Edo menyebut ulat sagu cocok bagi atlet pemula yang ingin merintis karier di binaraga sebab harga jualnya yang relatif terjangkau.

Harga ulat sagu di sejumlah lokasi kuliner di Papua, ungkap Edo, dibanderol seharga Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per 25 ekor.

Bahkan ulat tersebut cenderung mudah didapat di perkebunan sagu. (Ant/OL-1)

BERITA TERKAIT