13 September 2021, 06:37 WIB

Djokovic Berterima Kasih pada Pendukung di Final AS Terbuka


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/Kena Betancur
 AFP/Kena Betancur
Petenis Serbia Novak Djokovic mengucapkan terima kasih kepada para pendukung usai kalah di final AS Terbuka.

NOVAK Djokovic gagal menyapu bersih semua gelar Grand Slam pada tahun ini setelah kalah dari petenis Rusia Daniil Medvedev di final Amerika Serikat (AS) Terbuka.

Kekalahan itu juga membuat Djokovic gagal meraih gelar Grand Slamnya yang ke-21 sehingga tertahan di catatan 20 gelar, sama dengan Roger Federer dan Rafael Nadal.

Djokovic menyerah 4-6, 4-6, dan 4-6 dari Medvedev di laga final AS Terbuka

Baca juga: Mimpi Grand Slam Djokovic Dibuyarkan Medvedev di AS Terbuka

"Saya meminta maaf kepada para pecinta tenis dan Novak karena saya tahu dia sedang mengejar sejarah," ujar Medvedev.

"Apa yang Anda capai dalam karier Anda, bagi saya, itu membuat Anda petenis terhebat sepanjang sejarah," lanjutnya.

Medvedev, yang merupakan runner-up AS Terbuka 2019, meraih gelar Grand Slam pertamanya setelah tiga kali tampil di final.

"Selamat untuk Daniil. Penampilan yang luar biasa. Jika ada orang yang layak memenangkan gelar Grand Slam, itu adalah Anda," kata Djokovic.

Sembari menangi, Djokovic kemudian mengucapkan terima kasih kepada para pendukung yang terus memberikan dukungan mereka meski petenis Serbia itu ketinggalan dua set dan dua kali dipatahkan servisnya di set penentuan.

"Meski saya gagal menang, hati saya bergembira. Saya adalah orang yang paling berbahagia di dunia karena Anda membuat saya merasa spesial pada hari ini," ungkap Djokovic.

"Kalian semua menyentuh batin saya. Saya tidak pernah merasa seperti ini sebelumnya di New York," imbuhnya.

Djokovic melihat rekor 27 kemenangan beruntun di Grand Slam miliknya terhenti, kurang dari tiga dari rekor yang dibuatnya pada 2015 dan 2016 kala dia memenangkan empat Grand Slam secara beruntun yang berakhir di Prancis Terbuka 2016.

Adapun Medvedev menjadi petenis Rusia ketiga yang memenangkan gelar Grand Slam setelah Yevgeny Kafelnikov pada Prancis Terbuka 1996 dan Australia Terbuka 1999 serta Marat Safin yang menjuarai AS Terbuka 2000 dan Australia Terbuka 2005. (AFP/OL-1)

BERITA TERKAIT