07 September 2021, 10:54 WIB

Melaju ke Perempat Final, Zverev jadi Ancaman Besar Djokovic di AS Terbuka


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

AFP/Matthew Stockman/Getty Images
 AFP/Matthew Stockman/Getty Images
Petenis Jerman Alexander Zverev

JUARA Olimpiade Tokyo 2020 Alexander Zverev semakin terlihat sebagai ancaman besar bagi petenis nomor satu dunia Novak Djokovic, yang tengah mengincar gelar Amerika Serikat (AS) Terbuka 2021.

Datang ke New York setelah merebut medali emas Olimpiade dan gelar juara Cincinnati Masters 2021, Zverev berhasil mengamankan satu tempat di babak perempat final AS Terbuka 2021 setelah menghempaskan petenis Italia Jannik Sinner dengan kemenangan stright set 6-4, 6-4, dan 7-6 (9/7), Selasa (7/9) dini hari WIB.

Zverev telah berhasil menggagalkan Djokovic meraih gelar Golden Slam di Tokyo dan, kini, dia kembali memiliki peluang menghancurkan mimpi Djokovic menyapu bersi empat gelar Grand Slam di musim 2021.

Baca juga: Tampil Mengejutkan di AS Terbuka, Fernandez Sebut Ayahnya Berjasa

Jika Zverev dan Djokovic memenangkan satu pertandingan lagi di babak perempat final, keduanya akan bentrok dalam pertarungan blockbuster di semifinal AS Terbuka yang merupakan pertandingan ulang semifinal Olimpiade Tokyo 2020.

Berbicara terkait kemenangannya atas Sinner, petenis Jerman itu mengatakan dia sudah mengetahui apa yang harus dia lakukan untuk merebut tiket menuju babak perempat final, membuatnya hanya membutuhkan waktu 2 jam 25 menit untuk menekuk petenis muda Italia itu.

"Pemain dengan kepercayaan diri yang telah memainkan banyak pertandingan biasanya tahu apa yang harus dilakukan dalam pertandingan," ucap Zverev dikutip dari ATPtour, Selasa (7/9) WIB.

"Saya pikir saya memainkan tenis dengan baik di set kedua dan set pertama. Saya hanya merasa seperti memainkan satu game yang kurang baik di set ketiga, tapi saya dapat mengatasinya dengan baik. Jadi saya sangat senang bisa lolos dengan stright set," ujarnya.

Kemenangan itu menjadi kemenangan ke-15 kali berturut-turut untuk Zverev, yang belum terkalahkan sejak Olimpiade Tokyo 2020. 

Jika petenis berusia 24 tahun itu berhasil mengangkat trofi AS Terbuka musim ini, dia akan bergabung dengan Andy Murray yang memenangkan Olimpiade dan AS Terbuka pada 2012 lalu.

Melaju ke perempat final AS Terbuka, Zverev selanjutnya akan menghadapi petenis Afrika Selatan Lloyd Harris, yang mengalahkan petenis tuan rumah Reilly Opelka dengan kemenangan 6-7 (8/6), 6-4, 6-1, dan 6-3.

Dikutip dari ATPtour, itu akan menjadi pertandingan head to head ke tiga untuk Zverev dan Harris, dengan Zverev unggul 2-0. 

Meski telah merebut dua kemenangan sebelumnya atas Harris, Zverev tidak mau menganggap remeh permainan petenis peringkat 46 dunia tersebut.

"Dia (Harris) merupakan petenis yang memiliki perkembangan cukup baik sepanjang tahun ini. Saya merasa Lloyd telah memenangkan dua atau tiga pertandingan setiap pekan, di mana pun dia bermain. Dan dia telah menunjukkan level permainan tertinggi di sini," jelasnya.

"Dia bermain dengan luar biasa dan dia juga melakukan servis dengan luar biasa. Di Cincinnati, saya berjuang keras untuk merebut kemenangan darinya. Saya rasa ini akan menjadi pertandingan yang sulit," tukasnya. (ATPtour/OL-1)

BERITA TERKAIT