22 July 2021, 12:03 WIB

Murray Tegaskan Tekad Pertahankan Emas Olimpiade


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

AFP/Adrian DENNIS
 AFP/Adrian DENNIS
Petenis Inggris Andy Murray

JUARA bertahan Olimpiade dari cabang olahraga tenis putra Andy Murray bertekad mempertahankan medali emasnya di Olimpiade Tokyo 2020, saat pertandingan tenis akan dimulai pada Sabtu (24/7) waktu Tokyo, di Ariake Tennis Park.

Murray, yang sukses menyabet medali emas untuk tim Inggris pada Olimpiade London 2012 dan Olimpiade Rio 2016, mengaku beruntung karena Olimpiade sempat ditunda satu tahun akibat pandemi covid-19.

Jika Olimpiade tetap digelar pada 2020, kemungkinan besar atlet berusia 34 tahun itu akan absen menyusul cedera pinggul yang dideritanya.

Baca juga: Rio Waida dan Nurul Akmal Jadi Pembawa Bendera Kontingen Indonesia di Pembukaan Olimpiade

Diakui Murray, saat ini, kebugaranya belum fit 100%. Namun, dia tetap bertekad mempertahankan gelarnya di Olimpiade Tokyo.

"Pergi ke Olimpiade kedua sebagai juara bertahan sangat luar biasa, dan saya menantikan tantangan itu," ucap Murray kepada Olympics.com, Kamis (22/7).

Novak Djokovic, yang baru saja merebut gelar Grand Slam ke-20-nya, beberapa waktu lalu di Wimbledon, akan menjadi salah satu penantang terberat Murray untuk memepertahankan gelarnya. Meski begitu, petenis Inggris itu mengatakan akan berjuang sekuat tenaga.

"Tujuan saya adalah mencoba dan memenangkan medali," kata Murray.

"Idealnya adalah emas untuk negara saya. Saya tahu secara langsung bagaimana sulitnya perjalanan itu, tapi saya akan mencoba," terangnya.

Sama halnya dengan Murray, Djokovic yang baru saja tiba di Tokyo, Rabu (21/7), juga siap merebut medali emas dari Murray. Djokovic berpeluang merebut Golden Slam, sapu bersih empat gelar Grand Slam ditambah medali emas Olimpiade dalam satu tahun yang sama.

Telah merebut tiga gelar Grand Slam pada tahun ini, yakni Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon, Djokovic hanya perlu merebut kemenangan di Olimpiade Tokyo dan Amerika Serikat (AS) Terbuka.

Jika berhasil, Djokovic akan mencetak sejarah sebagai petenis putra pertama yang meraih Golden Slam, mengikuti jejak petenis putri Steffi Graff pada 1988.

"Olimpiade dan AS Terbuka merupakan tujuan terbesar saya musim ini, dan target ini akan sangat menguras energi," kata Djokovic.

"Tetapi saya sangat percaya diri dan termotivasi untuk mewakili Serbia. Saya sangat mengharapkan medali di Tokyo, semoga saja emas. Setelah itu saya akan terbang ke New York untuk melengkapinya," tukasnya. (Olympic.com/OL-1)

BERITA TERKAIT