16 June 2021, 11:23 WIB

PASI Ajukan Alvin Tehupeiory untuk Berlaga di Olimpiade Tokyo


Rifaldi Putra Irianto | Olahraga

ANTARA/Prasetyo Utomo
 ANTARA/Prasetyo Utomo
Atlet Lari Gawang Putri Indonesia Alvin Tehupeiory

PENGURUS Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) memutuskan mengajukan nama sprinter putri Alvin Tehupeiory untuk mengisi Universality Quota atau wildcard untuk tampil di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Sesuai peraturan Universality Quota, berhubung tidak ada atlet putri Indonesia yang lolos kualifikasi, Indonesia diberikan kuota satu orang atlet putri untuk bisa tampil di Olimpiade 2021 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang, pada 23 Juli-8 Agustus 2021.

Ketua Umum PB PASI Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, sejak awal, calon yang disiapkan PB PASI adalah atlet lari gawang 100 meter putri, Emilia Nova, mengingat prestasinya sebagai peraih medali perak Asian Games 2018 dan emas SEA Games 2019.

Baca juga: PBSI Gelar Turnamen Simulasi Jelang Olimpiade Tokyo

Namun, karena Emilia tengah mengalami cedera, PB PASI memutuskan menunjuk Alvin Tehupeiory.

"Beberapa minggu lalu ditemukan adanya cedera di punggung Emilia, sehingga dia tidak mungkin berangkat. Kami telah memutuskan mengajukan nama Alvin Tehupeiory untuk mendapat persetujuan dari World Athletics,” ujar Luhut dalam keterangan resmi yang diterima, Rabu (16/6).

Sprinter putri asal Maluku itu merupakan pemegang rekor nasional lari 200 meter sejak 2019 lalu yang sebelumnya dipegang Irene Truitje Joseph dan telah bertahan sejak 1999.

Dengan keputusan ini, Alvin akan mendampingi Lalu Muhammad Zohri yang sudah lebih dulu mengamankan tempat untuk berkompetisi di Olimpiade Tokyo.

“Tindakan penyembuhan cedera Emilia Nova lebih penting karena dia punya tugas lebih besar yaitu mempertahankan medali emasnya di ajang SEA Games di Hanoi”, jelas Luhut.

World Athletics, sebagai badan pengelola internasional olahraga atletik, telah menetapkan 1.900 tempat yang terbagi ke dalam 48 nomor pertandingan di Olimpiade Tokyo.

Proses kualifikasi dilakukan melalui dua cara. Pertama, berdasarkan peringkat dunia yang ditentukan dari pengumpulan skor dan kedua, atlet tersebut melampaui limit yang ditentukan.

Lalu Muhammad Zohri lolos ke Olimpiade nomor 100 meter putra setelah mencatat waktu 10.03 detik pada 2019 di Osaka yang menembus limit 10.05 detik.

Setiap National Olympic Committee (NOC) hanya boleh mengirimkan tiga wakil pada setiap nomor pertandingan dan harus mengonfirmasi keikutsertaan para atletnya pada 31 Mei-29 Juni 2021.

Jika ada NOC yang memutuskan tidak mengisi tempat mereka di Olimpiade Tokyo, kuota yang tidak terpakai tersebut akan diberikan kepada atlet lain yang memiliki peringkat terbaik berdasarkan daftar ranking World Athletics.

World Athletics selanjutnya akan merilis daftar atlet yang lolos pada 1 Juli 2021 dan setiap NOC harus mengonfirmasi keikutsertaan atletnya pada 2-5 Juli.

Proses pemenuhan kuota direncanakan selesai pada pada 5 Juli bersamaan dengan batas waktu pendaftaran para atlet yang dipastikan berlaga di Olimpiade Tokyo. (OL-1)

BERITA TERKAIT