24 March 2021, 23:49 WIB

Menpora: Pembinaan Prestasi Investasi Negara


Dero Iqbal Mahendra | Olahraga

MI/ Susanto
 MI/ Susanto
Zainudin Amali

MENTERI Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali menegaskan bahwa ada persepsi yang salah selama ini dalam melihat besaran angka yang dibutuhkan untuk pembinaan menuju prestasi di internasional. Selama ini angka tersebut hanya dianggap sebagai biaya dan hanya sebagai bagian dari anggaran pemerintah.

“Selama ini kita memandang bahwa pembinaan menuju prestasi kita anggap masih sebagai biaya, padahal faktanya pembinaan atlet khususnya jangka panjang untuk menghasilkan prestasi tingkat dunia harus kita tempatkan sebagai investasi negara,” tutur Zainudin Amali dalam webinar, Rabu (24/3).

Hal tersebut menurut Menpora berdampak kepada persepsi dan proses pembinaan prestasi yang bersifat kebetulan semata dan tidak berdasarkan desain. Untuk itu menurut Zainudin dibutuhkan suatu grand desain keolahragaan nasional untuk mendesain jalan menuju prestasi di internasional.

 

Hal itu pun disebut Menpora sejalan dengan visi dan misi presiden yang ingin melakukan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Lebih lanjut Menpora menegaskan dalam grand desain ini akan menyamakan persepsi semua stakeholder khususnya di pemerintah pusat dan daerah, serta kementerian dan lembaga.

“Terutama agar semua pihak melihat bahwa ini merupakan investasi dan bukan lagi sebagai biaya,” terang Zainudin.

Karenanya dalam pelaksanaannya nanti setiap kementerian maupun pemerintah daerah memiliki tugas dan capaian capaian yang harus di lakukan untuk terwujudnya grand desain tersebut.

Dalam kaitan target pun nantinya akan disamakan persepsinya tidak lagi tersebar dan berubah ubah, tetapi akan fokus kepada prestasi di tingkat Olimpiade dan Paralimpic.

“Selama ini kita belum fokus, kadang SEA Games kita jadikan sasaran utama , terkadang satu waktu kita juga menempatkan Asian Games , karenanya dalam grand desain nanti sasaran utama adalah sukses Olimpiade dan Paralimpiade,” tutur Zainudin.

“Sedangkan untuk SEA para Games dan Asian Games dan asian paragames ditempatkan sebagai sasaran antara untuk menuju sasaran utama,” lanjut Menpora.

Karenanya untuk mencapai target tersebut Menpora menuturkan perlu ada evaluasi dan penelaahan akan modal yang dimiliki olah bangsa Indonesia untuk mencapai prestasi. Oleh sebab itu Menpora menegaskan tidak mungkin semua cabang olahraga di dukung penuh dalam grand desain ini.

“Hasil diskusi dengan para guru besar olahraga dan akademisi keolahragaan, kita menentukan cabang olahraga unggulan yang memiliki protensi prestasi di Olimpiade. Tentunya disesuaikan dengan karakteristik orang Indonesia, yakni cabang olahraga yang bertumpu kepada akurasi dan teknik,” jelas Menpora.

“Kita harus petakan itu. Sebab kalau tidak kita hanya akan membina tetapi tidak sesuai dengan kriteria yang ada apalagi karakteristik fisik orang Indonesia,” pungkas politisi Partai Golkar itu. (OL-8)

 

BERITA TERKAIT