20 September 2023, 17:20 WIB

Nelayan Harus Melek Digital untuk Bangun Ekosistem


Media Indonesia | Nusantara

dok ist
 dok ist
Sosialisasi dan bimtek teknologi digital untuk para nelayan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur

NELAYAN pun harus melek digital. Untuk itu Direktorat Ekonomi Digital, Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan sosialisasi dan bimtek bertema “Adopsi Teknologi Digital Rantai Dingin dan teknologi Digital Teknik Penangkapan Ikan” di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Sebanyak 100 peserta terdiri nelayan tangkap dan penyuluh perikanan di Kabupaten Ende hadir dalam acara tersebut.

Wakil Bupati Ende, Erikos Emanuel Rede yang membuka acara menyampaikan bahwa hanya laut yang tidak punya kavling. "Saya berharap teknologi digital bisa membangun ekosistem nelayan Ende," kata Erikos dalam pernyataannya, Rabu (20/9). Kegiatan diisi dengan talkshow, pemaparan dari beberapa narasumber dan dilanjutkan dengan bimtek aplikasi.

Ketua Tim Tranformasi Digital Sektor Pertanian Maritim Logistik, Dikki Rukmana menerangkan Kominfo diamanatkan mengawal transformasi digital di sektor-sektor strategis untuk mendorong ekonomi digital Indonesia. Hal ini diwujudkan melalui berbagai fasilitasi, kerja sama dan program seperti yang dilaksanakan pada kegiatan ini.

baca juga: Ciptakan Media Sosial Ramah dan Aman Bagi Semua

Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ende, Mohammad Syahrir turut hadir sebagai salah satu narasumber pada kegiatan dan memaparkan potensi perikanan Ende.  “Kegiatan ini upaya untuk mewujudkan masyarakat nelayan yang mandiri,” kata Syahrir.

Potensi perikanan ini turut didukung oleh sarana logistik laut. “Dengan 4 pelabuhan laut dan 5 tambatan perahu yang ada di Kabupaten Ende, serta berbagai pendukung logistik lainnya, merupakan wujud komitmen Dinas Perhubungan untuk mendukung nelayan Ende," kata Plt. Dinas Perhubungan Ende, Albertin Djombu Djeen.

Melalui pemanfaatan aplikasi fishOn yang dikenalkan oleh perwakilan startup fishOn Yofani Maria Renya Rosari pada sesi bimtek, diharapkan dapat memberikan solusi dari hulu ke hilir bagi nelayan dalam menunjang keseharian dan usahanya.

Aplikasi ini memudahkan nelayan untuk mengetahui lokasi fishing ground yang akan dituju oleh nelayan saat melaut. Dengan titik koordinat yang jelas, maka perkiraan kebutuhan BBM pun dapat dihitung sehingga pengeluaran dapat dikelola dan lebih efisien.

“Potensi laut Indonesia tanpa batas dan perairan Flores yang sudah dikenal dunia sebagai laut yang ramah lingkungan,” tutur Yofani.

Ini menjadi penyemangat bagi nelayan tangkap di Kabupaten Ende untuk semakin maju dan mau bertransformasi dengan menggunakan teknologi. (N-1)

 

 

BERITA TERKAIT