19 September 2023, 10:14 WIB

Kekeringan Diprediksi hingga Akhir Oktober


Akhmad Safuan | Nusantara

ANTARA/OKY LUKMANSYAH
 ANTARA/OKY LUKMANSYAH
Sejumlah warga antre untuk mendapatkan jatah saat penyaluran air bersih di Desa Tamansari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Rabu (14/6).

BENCANA kekeringan belum juga berakhir. Tercatat pada pekan ketiga September ini, warga di 850 desa di 252 kecamatan yang tersebar di 32 kabupaten/kota di Jawa Tengah kesulitan untuk mendapatkan air bersih. 

Beberapa daerah telah menetapkan status darurat kekeringan seperti Demak, Kudus, Grobogan, Rembang, dan Blora. 

Stok air bersih yang dimiliki pemerintah daerah semakin menipis, bahkan Pemerintah Kota Kota Semarang sudah tidak memiliki cadangan air bersih.

Baca juga: Puncak Kemarau, Seluruh Wilayah NTT Berstatus Awas Kekeringan

"Kami siapkan tambahan cadangan air bersih sebanyak 80 tangki lagi, kini sudah 33 juta liter disalurkan ke desa terdampak kekeringan di 32 daerah," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Bergas Catur Penanggungan.

Bergas mengatakan kemarau di Jawa Tengah diperkirakan akan terjadi hingga akhir bulan depan. Tambahan cadangan untuk bantuan air bersih tersebut dipersiapkan hingga November mendatang dan akan diberikan kepada desa-desa yang mengalami kekeringan ekstrem.

Baca juga: Desa di Kabupaten Kuningan Mulai Dilanda Krisis Air Bersih

Bergas menambahkan, stok cadangan air bersih disediakan dengan asumsi anggaran untuk bantuan penyaluran air bersih tidak banyak. (Z-6)

BERITA TERKAIT