18 August 2023, 17:05 WIB

Di Pangkalpinang Ada 28 Titik Rawan Karhutla


Rendy Ferdiansyah | Nusantara

MI/Rendy Ferdiansyah
 MI/Rendy Ferdiansyah
28 titik rawan kebakaran hutan dan lahan  (karhutla) terdeteksi di Pangkalpinang

DARI tujuh kecamatan yang ada di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), setidaknya ada 28 titik rawan kebakaran hutan dan lahan 
(karhutla).

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang Dedi Revandi mengatakan, dari 28 titik tersebut, Kecamatan Bukit Intan paling berpotensi besar terjadi kebakaran. DI kecamatan tersebut ada tujuh titik diwaspadai terjadi kebakaran.

"Jalan Pasir Padi, Jalan Tanjung Bunga, Perkantoran Gubernur, jalan arah Bandara, Citraland, Eks Pasar Modern, hingga lahan kosong yang kering 
lainnya," kata Dedi, Jumat (18/8).

Baca juga: 6,3 Ton Garam Ditabur di Langit untuk TMC Karhutla Riau

Ia menyebut, di Kecamatan Bukit Intan masih banyak lahan-lahan kosong kering.

"Kita lihat sendiri seperti daerah bandara itu masih banyak lahan kosong yang kering, sehingga berpotensi menimbulkan  kebakaran hutan apalagi dimusim kemarau seperti ini," ujarnya.

Baca juga: BPBD Sumsel Fokuskan Penanganan Karhutla di OKI

Pemetaan wilayah berpotensi kebakaran, menurutnya, hanya sebatas yang berpotensi saja. Sebab, kebakaran hutan dan lahan tidak dapat diprediksi secara tepat.

"28 titik lokasi itu dibuat berdasarkan dari draft KRB, histori kejadian dan survey lapangan langsung. Biasanya setiap tahun daerah-daerah itu 
yang kerap terjadi kebakaran," sebutnya

Ia mengaku kecamatan yang paling minim terjadi kebakaran, ada di Kecamatan Taman Sari.

"Kecamatan Taman sari itu sudah padat penduduk, lahan kosongnya sangat minim sekali. Yang kami khawatirkan kawasan itu jika terjadi kebakaran di kawasan pemukiman warga akan besar sekali dampaknya," imbuhnya

Biasanya, menurut dia, kebakaran hutan dan lahan di Pangkalpinang disebabkan oleh beberapa hal yang beragam. Namun dominan disebabkan oleh kelalaian manusia seperti membakar sampah atau membakar lahan untuk alih fungsi tertentu.

"Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, boleh menyalakan api tapi dijaga. Hindari kalau memang tidak penting, karena api akan cepat sekali 
merembet ketika panas," pinta dia

"Antisipasi kita selalu berkoordinasi berbagai pihak sepert PDAM, Damkar Satpol PP, Dinas Kesehatan," ucap dia.

Ia menambahkan nanti pihaknya akan mendirikan posko gabungan, untuk mengantisipasi bencana baik pada musim kemarau, karhutla dan dimusim  hujan untuk bencana banjir. (Z-10).
 

BERITA TERKAIT