13 July 2023, 12:03 WIB

Kementan Gelar FGD dan Bootcamp Inkubator Agribisnis bagi Petani Milenial Jatim


Media Indonesia | Nusantara

Ist
 Ist
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana (kanan).

SEJUMLAH petani milenial dan wirausahawan muda pertanian di Provinsi Jawa Timur (Jatim) dipertemukan dengan regulator, perbankan dan mitra swasta oleh Kementerian Pertanian (Kementan) di Malang, baru-baru ini, melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dan Bootcamp Inkubator Agribisnis yang diinisiasi Polbangtan Malang.

Petani milenial dan wirausahawan muda tersebut merupakan kandidat tenant dari alumni Politeknik Pembangunan Pertanian [Polbangtan] dari Polbangtan Malang selaku Provincial Project Implementation Unit (PPIU) di Jawa Timur dari Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS)..

Program YESS merupakan kerja sama Kementan dengan International Fund of Agriculture Development (IFAD) bagi pengembangan regenerasi pada sektor pertanian. 

Baca juga: Melalui Pelatihan dan Sertifikasi, Kementan Pacu Kapasitas Para Petani Kalsel

Kegiatan FGD dan Bootcamp Inkubator Agribisnis berlangsung empat hari pada 10-13 Juli 2023 yang dibuka Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana.

Dalam sambutannya, Setya berharap kegiatan tersebut memberikan manfaat signifikan bagi para calon tenant dan stakeholders bagi regenerasi pelaku utama dan pelaku usaha pertanian.

Pertumbuhan Pertanian Perlu Pendampingan

Upaya Polbangtan Malang selaku PPIU Jatim sejalan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, pertumbuhan pertanian harus dilaksanakan melalui pendampingan dan pengawalan usaha dari hulu hingga ke hilir.

"Pengembangan ekosistem korporasi petani agar menjadi prioritas supaya petani menguasai produksi dan bisnis pertanian dari hulu ke hilir," katanya.

Baca juga: Kementan Bangun Ekosistem Komoditas Peternak Milenial di Tulungagung

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern perlu dilakukan penyiapan hingga pencetakan SDM pertanian unggulan.

“Pengusaha pertanian milenial diharapkan mampu menjadi resonansi penggebuk petani milenial di sekitarnya," katanya.

Tujuannya, kata Dedi Nursyamsi, untuk menghadirkan SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern.

Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana mengatakan tujuan digelarnya FGD dan Bootcamp untuk mendukung pengembangan bisnis baru yang lebih besar. 

Baca juga: Negara Asia Pasifik Pelajari Kesuksesan Petani Milenial Indonesia 

"Kami percaya, pengembangan bisnis baru adalah kunci pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di sektor agribisnis. Kami akan memberikan materi tentang dasar-dasar bisnis agar bisnis baru memiliki landasan yang kuat," kata Udrayana akrab disapa Uud saat membuka FGD di Malang dalam keterangan pers, Kamis (13/7).

10 Kandidat Tenant adalah Alumni Polbangtan Malang

FGD dihadiri 10 kandidat tenant dari alumni Polbangtan Malang perwakilan dinas terkait Pemkab Malang antara lain Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan; Dinas Koperasi dan Usaha Mikro; Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu; Bank BRI, Bank Mandiri, PT Japfa Comfeed Indonesia dan TVRI Jatim.

Baca juga: Kementan Libatkan Petani Milenial untuk Antisipasi Dampak El Nino

Polbangtan Malang, kata Uud, menyediakan networking yang memungkinkan wirausahawan peserta FGD berinteraksi, berbagi pengalaman, membangun kemitraan, membantu startup menghemat biaya produksi melalui pemahaman tentang efisiensi operasional dan teknologi tepat guna.

"Kami juga akan memberikan bantuan pemasaran untuk membantu mereka memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan visibilitas bisnis mereka," katanya lagi.

Project Manager PPIU Jatim, Acep Hariri menambahkan pihaknya akan menggandeng perbankan dan investor guna membuka akses modal bagi bisnis baru yang memenuhi syarat, untuk membantu pengembangan bisnis dan mencapai pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Dalam rangkaian kegiatan tersebut, 10 calon tenant akan diperkenalkan pada pemangku kepentingan yang terdiri atas akademisi, praktisi industri dan pakar bisnis," katanya. (RO/S-4)

BERITA TERKAIT