03 May 2023, 13:20 WIB

Otda Memberi Dampak Positif bagi Pembangunan Daerah


Denny Susanto | Nusantara

MI/DENNY SUSANTO
 MI/DENNY SUSANTO
Transportasi sungai menuju pedalaman rawa Kalimantan Selatan di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

KEBIJAKAN otonomi daerah (otda) yang diterapkan pemerintah sejak tiga dasawarsa terakhir dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah. Keberhasilan otda ditandai dengan peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal itu ditegaskan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor saat memimpin Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi Daerah ke-27 di Banjarbaru, Rabu (3/5).

"Percepatan pembangunan yang ditandai dengan peningkatan IPM adalah salah satu tanda bahwa otda mempunyai dampak positif. Serta peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kemampuan fiskal daerah," tutur Sahbirin.

Baca juga: Investasi Peternakan di Lahan Rawa Kalsel Dinilai Menjanjikan

Sahbirin juga berharap agar Hari Otda ke-27 bisa menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, koordinasi, sinergi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di daerah. Termasuk kesiapan Kalsel dalam menghadapi pembangunan IKN.

Dalam beberapa tahun terakhir grafik indeks pembangunan manusia (IPM) Kalsel terus meningkat dari 69,05 pada 2016 menjadi 71,28 pada 2021. "Salah satu prioritas utama pembangunan Kalsel adalah peningkatan sumber
daya manusia," ujarnya.

Sementara terkait Hardiknas, Sahbirin menekankan pentingnya perwujudan mutu pendidikan melalui merdeka belajar, agar Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan.

Baca juga: Hujan Bantu Kalsel Terhindar dari Karhutla

Hal serupa juga dikemukakan Walikota Banjarmasin, Ibnu Sina. Mutu pendidikan dapat diwujudkan dengan peningkatan SDM tenaga didik serta fasilitas belajar seperti ruang kelas. Data Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin menyebutkan ada 1.258 ruang kelas mengalami kerusakan ringan hingga rusak berat. (Z-6)

BERITA TERKAIT