25 March 2023, 11:55 WIB

Tetap Sejahtera di Lahan Rawa


Denny Susanto | Nusantara

MI/DENNY SUSANTO
 MI/DENNY SUSANTO
Peternak kerbau rawa di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan

LAJU perahu motor pengangkut belasan penumpang tertahan oleh tebalnya hamparan tumbuhan enceng gondok bercampur sampah rumah tangga dan ranting pohon yang menutupi badan sungai. Sang motoris terpaksa menggunakan kayu panjang untuk menggerakkan perahu karena mesinnya tersangkut sampah sungai.

Rute transportasi air dari pelabuhan Kecamatan Danau Panggang menuju desa-desa di kawasan rawa Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, kerap menghadapi kendala tertutupnya alur pelayaran akibat tumbuhan enceng gondok dan sampah. Namun bagi para motoris dan warga setempat, hal ini merupakan sesuatu yang biasa, meski konsekuensinya waktu tempuh pelayaran menjadi lebih lama.

Tak jarang mereka harus mencari rute alternatif agar bisa melewati hamparan gulma yang menutupi kawasan rawa ini. "Salah satu kendala yang dihadapi warga di kawasan rawa ini adalah transportasi yang kerap terganggu akibat tumbuhan enceng gondok dan sampah menutupi sungai," kata Latief, Sekretaris Desa Bararawa, di Kecamatan Paminggir.

Topografi wilayah Provinsi Kalimantan Selatan memiliki kawasan rawa dengan luasan mencapai 382.271 hektare. Kawasan rawa ini tersebar di sejumlah kabupaten seperti Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut.

Ratusan ribu jiwa penduduk Kalsel mendiami kawasan rawa dengan memanfaatkan dan mengandalkan beragam potensi lahan rawa untuk kehidupan mereka. Sumber mata pencarian utama warga berupa pertanian, perikanan dan peternakan.

Kehidupan di kawasan rawa ini dulunya identik dengan kemiskinan dan ketertinggalan. Seperti halnya Kabupaten Hulu Sungai Utara hingga kini masih berstatus kabupaten tertinggal, dengan 85% wilayahnya adalah kawasan rawa lebak dan rawa monoton.

Kerbau rawa

Desa Bararawa dan enam desa lain yang ada di Kecamatan Paminggir, Kabupaten Hulu Sungai Utara, bisa disebut pengecualian. Kecamatan ini merupakan daerah terluar kabupaten yang berbatasan dengan Kalimantan Tengah dengan Sungai Barito sebagai batasnya ini justru berdaulat di lahan rawa.

Ada beragam potensi di lahan rawa yang mampu mendongrak ekonomi masyarakat setempat. Menurut data Dinas Pembedayaan Masyarakat Desa (PMD) Kalsel, desa-desa Kecamatan Paminggir yang berpenduduk total sekitar 8.000 jiwa ini masuk kategori desa berkembang dan maju. Desa-desa ini memiliki keunggulan di sektor perikanan rawa, sarang burung walet dan peternakan kerbau rawa.

"Tidak ada pertanian di desa kami karena wilayahnya rawa monoton. Mayoritas warga kami mengandalkan mata pencaharian sebagai nelayan rawa dan peternakan kerbau kalang atau kerbau rawa. Ada juga yang berusaha sarang burung walet," ungkap Rahmadi, Kepala Desa Bararawa.

Hal serupa juga dikemukakan Junaidi, Kepala Desa Sapala yang menyebut ada sekitar 1.000 ekor kerbau rawa dan 100 rumah walet yang menjadi usaha warga desanya. Sementaran di Desa Bararawa ada sekitar 1.800 kerbau rawa dan 140 rumah walet.

Peternakan kerbau rawa merupakan salah satu sumber ekonomi masyarakat kawasan rawa yang potensial dan juga unik. Kerbau rawa atau kerbau kalang (Bubalus bubalis carabanesis) adalah salah satu sumber plasma nutfah ternak ruminansia yang telah berkembang biak dan dipelihara secara turun-temurun.

Populasi kerbau rawa di Kalsel diperkirakan sekitar 9.100 ekor dan terbesar ada di Desa Bararawa, Desa Sapala dan Desa Tampakang di Kabupaten Hulu Sungai Utara. (N-2)

BERITA TERKAIT