27 February 2023, 20:46 WIB

Diduga tidak Berizin, Pedagang Pasar Lama Bojonegoro Tolak Pendataan


Mediaindonesia.com | Nusantara

DOK Pemkab Bojonegoro.
 DOK Pemkab Bojonegoro.
Pasar Bojonegoro.

PEMERINTAH Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mendapatkan penolakan pendataan dari para pedagang pasar lama yang terletak di Kelurahan Ledok Wetan dan Ledok Kulon, Kecamatan Bojonegoro. Pendataan tersebut dilakukan bertujuan menginventarisasi para pedagang yang memiliki izin pemanfaatan bedak, kios atau toko, maupun loss.

"Namun, niat baik kami ditolak oleh para pedagang," ujar Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro, Kabupaten Bojonegoro, Sukaemi dalam keterangan tertulis, Senin (27/2). Pihaknya akan terus melakukan pendekatan secara personal kepada para pedagang karena ada perubahan yang menempati lapak, kios, atau toko, maupun loss dari tahun ke tahun. "Dugaan sementara karena memang sebagian tidak memegang izin pemanfaatan pasar. Selain itu takut karena ada intervensi."

Terpisah, salah satu pedagang pasar lama, Sukirah, 70, mengaku selama ini hanya mengikuti teman-teman pedagang lain. Jika akan dipindahkan dari pasar, wanita yang berjualan makanan dan minuman sejak 2019 itu akan mematuhi aturan.

"Kalau disuruh pindah ya tidak apa-apa sepanjang semua pedagang di pasar ini juga pindah. Atau, kalau misal dipindah sama Pemkab, ya saya jualan di tempat lain," imbuhnya.

Selama berjualan, dia tidak pernah membayar sewa kepada Pemkab Bojonegoro karena merasa memiliki bangunan yang ditempatinya berjualan. Ditanya akta jual beli, wanita paruh baya tersebut mengaku memasrahkan semua kepada anaknya yang juga pedagang di pasar lama.

"Saya ini orang tua. Ada tempat ya saya manfaatkan untuk jualan. Kalau pun diminta pindah ya pindah ndak apa-apa. Cari tempat yang dekat rumah," tukasnya.

Dia mengaku selama ini sudah membayar iuran pada Paguyuban Pedagang Pasar sebesar Rp2.000 setiap hari. Hanya saat ini mulai diberlakukan pembayaran tiap bulan sebesar Rp60.000 untuk kebersihan. (OL-14)

BERITA TERKAIT