10 February 2023, 07:15 WIB

Puluhan Hektare Tanaman Jagung di Flotim Diserang Hama Ulat Grayak


Fransiskus Gerardus Molo | Nusantara

Metrotv/Fransiskus Gerardus Molo
 Metrotv/Fransiskus Gerardus Molo
Ulat grayak yang menyerang tanaman jagung milik petani di Flores Timur, NTT.

PULUHAN hektare tanaman jagung di Desa Lamatutu, Kecamatan Tanjung Bunga, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Kampung Wulokolong Dusun 4 RT 16 rusak diserang hama ulat grayak. 

Hama itu menyerang bagian pucuk, daun, dan batang jagung, yang sudah berusia satu hingga dua bulan. Para petani pun mulai cemas dan takut gagal panen.

Salah satu petani jagung, Gregorius Lain, 58, mengungkapkan serangan hama ulat grayak itu dimulai sejak 1 bulan lalu. Kondisi, saat ini, semakin parah.

Baca juga: Sebulan tak Hujan Petani Jagung di Lembata terancam Gagal Panen

"Ini 1 hektare habis, pak. Bagian batang dan pucuk daun dimakan ulat," kata Gregorius Lain kepada Metro TV di lokasi, Kamis (9/2).

Gergorius menambahkan serangan ulat ini baru terjadi  tahun ini saat memasuki musim tanam jagung. Dia berharap pemerintah setempat memberikan bantuan obat agar hama ulat grayak tidak menyerang tanaman jagung yang lain.

Sementara, warga lain asal Kampung Wulokolong, Ditus, 60, mengatakan dirinya kehilangan hampir 1,5 hektare tanaman jagung akibat diserang hama ulat grayak.

Penyemprotan obat kimia sudah dilakukan berulang kali, tetapi hanya ulat ukuran besar yang mati. Sementara ulat kecil masih bertahan hidup karena berada di dalam batang jagung. 

"Itu yang susah, ulat kecil itu bersembunyi di dalam batang. Jadi agak sulit untuk matikan ulat kecil ini," ungkapnya. 

Benediktus bingung dan cemas, terlebih tanaman jagung yang diserang hama sudah berusia satu bulan. 

"Kami petani di sini kecewa sekali dengan situasi yang kami alami saat ini. Apalagi ini baru pertama kali, kami bingung," pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT