31 January 2023, 17:40 WIB

Ramai Isu Penculikan, Pemda Di Pantura Jateng Minta Masyarakat Tenang


Akhmad Safuan | Nusantara

Medcom
 Medcom
Ilustrasi 

SEJAK beberapa waktu lalu, masyarakat resah dengan kabar di media sosial soal maraknya penculikan anak terjadi di beberapa daerah. Hal ini membuat pemerintah daerah mengeluarkan surat edaran agar masyarakat tenang.

"Belum tentu kebenarannya (soal penculikan), Masyarakat diharap tenang dan tetap waspada," kata Pejabat Bupati Batang, Jawa Tengah, Lani Dwi Rejeki, Selasa (31/1).

Sementara itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan mengeluarkan surat edaran nomor: 353/0413 ke sekolah-sekolah untuk mengantisipasi ramainya kabar penculikan anak, yang isinya meminta pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan dan sosialisasi terhadap para murid.

Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Pekalongan Kholid mengatakan Surat edaran ke sekolah-sekolah dari mulai PAUD, TK, SD, hingga SMP diharapkan dapat mencegah hal buruk menimpa anak-anak. "Edaran ini karena marak isu penculikan anak akhir-akhir ini," tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal seperti yang disebar luaskan, sudah dikeluarkan Surat Nomor
420/82/DISDIKBUD perihal Kewaspadaan Terhadap Upaya Penculikan Anak. Bahkan sempat beredarnya pesan singkat, lanjut Wahyu Yusuf Akhmadi, terkait adanya dugaan rencana penculikan anak di salah satu SD di Kendal yaitu Langenharjo pada Sabtu (28/1) lalu.

"Kita sudah cek CCTV dan keterangan di SD Langenharjo, tidak ada kejadian seperti yang informasi tersebut dan tidak ada nama siswa yang disebutkan itu," ujarnya.

Kepala Polres Pekalongan Kota Ajun Komusaris Besar Wahyu Rohadi terkait berita di medsos percobaan penculikan di Alun-alun Pekalongan hingga saat ini belum bisa memastikan kebenaran kabar tersebut. "Hingga kini belum ada laporan yang masuk terkait percobaan penculikan. Meski demikian pihaknya akan menerjunkan anggota untuk menelusuri kabar yang viral itu," kata Wahyu Rohadi. (OL-15)

BERITA TERKAIT