09 December 2022, 15:20 WIB

IAP Banten Mendorong Pengembangan Kota Sehat yang berkelanjutan


mediaindonesia.com | Nusantara

dok.ist
 dok.ist
Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Banten menyelenggarakan seminar dan diskusi dengan tema Paradigma Kota Masa Depan: Konsep Pembangunan Kota Seh

IKATAN Ahli Perencanaan (IAP) Banten menyelenggarakan seminar dan diskusi dengan tema Paradigma Kota Masa Depan: Konsep Pembangunan Kota Sehat untuk Kota yang Berkelanjutan. Tema ini merupakan tindak lanjut dari hasil Kongres International Society of City and Regional Planners (ISOCARP) ke 58 di Brussels Belgium, ISOCARP sendiri merupakan kongres perencana dunia yang pada tahun 2022 mengusung tema "from wealthy to healthy cities, urbanism and planning for the well-being of citizens”.

Berdasarkan hasil dari ISOCARP tersebut, IAP Banten bergerak cepat untuk merespon dengan mendorong penerapan konsep kota yang menyehatkan warganya (Kota Sehat) untuk pembangunan kota-kota dan kawasan perkotaan di wilayah Provinsi Banten, yang salah satunya digagas melalui seminar dan diskusi ini.

"Tema kota sehat ini juga sesuai dengan Tujuan ke-11 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dimana kita perlu membangun kota sehat yang selaras dengan alam sehingga dapat mewujudkan kota yang aman, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan," ujar Aditianata, Ketua IAP Banten, periode 2022-2025 dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/12/2022)

Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai tempat pelaksanaan seminar, jelas Aditianata, karena Kota Tangsel merupakan salah satu kota yang paling berkembang di wilayah provinsi banten, dengan dukungan populasi sebanyak 1.365.688 jiwa pada tahun 2022.

Perkembangan Kota Tangerang Selatan sebagai kota baru yang modern juga didukung peran pengembang swasta yang membangun kawasan-kawasan permukiman skala besar, seperti contohnya seperti Kawasan bintaro dengan Pembangunan Jaya maupun BSD dengan Sinar Mas. "Lantaran itu, kolaborasi antara Pemerintah Kota dengan dunia usaha dalam mewujudkan kota sehat harus terus ditingkatkan, ujar Aditianata.

Saat ini, desain kawasan permukiman di Kota Tangerang Selatan masih mengandalkan layanan kendaraan pribadi, sehingga berisiko pada penurunan kualitas udara apabila tidak dikendalikan penggunaannya.

Harusnya sudah mulai terintegrasi angkutan umum massal dengan dukungan infrastruktur transportasi aktif, yaitu pejalan kaki dan sepeda. Penyediaan ruang yang mendorong orang untuk berjalan kaki dan bersepeda serta berolahraga akan membantu warga untuk hidup lebih sehat. Oleh karena itu, perlu integrasi desain antara fasilitas pejalan kaki dan tempat hunian dan bekerja.

"Seminar ini selain menjadi awal silahturahmi kami, juga membahas kemungkinan titik-titik percontohan penerapan re-desain kawasan yang mendorong orang untuk lebih aktif berjalan kaki, bersepeda, dan berolahraga. Bersamaan dengan seminar ini kami juga mengajak seluruh mitra kami dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan kolaborasi dalam perencanaan dan pembangunan kota secara lebih partisipatif dan berkelanjutan," ujar Aditianata. (OL-13)

BERITA TERKAIT