08 December 2022, 10:40 WIB

Seekor Macan Tutul Jawa dilepasliarkan di Taman Wisata Alam Kamojang


Adi Kristiadi | Nusantara

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Macan tutul Jawa (Panthera Pardus Melas)

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, kembali melepasliarkan seekor macan tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) ke Taman Wisata Alam kawasan operasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Kamojang, Rabu (7/12). Pelepasliaran Macan Tutul Jawa, dilakukannya dalam rangka memperingati "Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2022.

Kepala BBKSDA Jawa Barat, Irawan Asaad mengatakan, pihaknya mendapat laporan dari masyarakat adanya macan tutul yang terjerat jebakan babi hutan yang dipasang pemburu di kawasan hutan lindung di Kamojang Garut. Kemudian, petugas BBKSDA Jabar bersama tim medis dari Taman Satwa Cikembulan turun langsung ke lapangan melakukan evakuasi. Macan tutul tersebut dipelihara sementara untuk pemulihan kesehatannya di Taman Satwa Cikembulan, Kadungora Garut.

"Alhamdulillah, kita melepasliarkan kembali macan tutul tersebut yang diberi nama Purbaya, jantan usia 6-7 tahun, sangat sehat, atletis dan agresif. Pelepasliaran macan tutul Jawa tersebut, bersama dengan "Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional 2022," ungkap Irawan, melalui keterangan tertulis, yang dikutip pada Kamis (8/12/2022).

Proses evakuasi macan tutul Jawa ini, jelas dia, bukan perkara mudah karena kondisi medan dan juga cuaca hujan yang terjadi. Kerja keras dari petugas BBKSDA Jabar bersama tim medis Taman Satwa Cikembulan akhirnya berhasil mengevakuasi macan tutul dan langsung ditempatkan sementara di Taman Satwa Cikembulan untuk menjalani perawatan agar kondisinya sehat.

"Bisa dibayangkan kondisi seperti itu, teman-teman dari BKSDA dan Taman Satwa turun ke lapangan hingga selanjutnya macan tutul itu dipantau kondisi kesehatan dan kemudian kondisi satwa siap untuk dilepasliarkan. Setelah Purbaya dinyatakan sehat langsung dilakukan rapid assessment terutama untuk mencari lokasi pelepasliaran yang jaraknya itu tidak jauh dari lokasi macan tutul terjerat jebakan babi," ujarnya.

Petugas bersama tim ahli akan melakukan monitoring pasca-pelepasliaran. Hal ini penting dilakukannya untuk mengetahui pergerakan macan dan juga untuk mengetahui berapa jumlah macan tutul yang ada di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kamojang dan sekitarnya.

"Pada tahun 2018 ada kajian melalui survei terdapat tiga ekor macan tutul di antaranya satu jantan dan dua betina, setelah melihat pola bintik macan tutul ternyata berbeda, jadi ada anakan di sini, jadi kebahagiaan kita, ternyata macan tutul bisa berkembang biak," katanya.

Manajer Taman Satwa Cikembulan, Kabupaten Garut, Rudy Arifin mengatakan, Cikembulan merupakanlembaga konservasi kecil tapi tetap komitmen ikut menjaga keberadaan satwa-satwa liar di habitatnya. "Taman Satwa Cikembulan selama ini menjadi benteng terakhir dan rumah bagi satwa-satwa liar yang habitatnya terdesak. Kami akan terus berkomiten bersama BBKSDA Jabar untuk terus melakukan upaya konservasi lingkungan, khususnya satwa dilindungi termasuknya akan komitmen membantu semua upaya terutama konservasi dan penyelamatan satwa-satwa dilindungi," ujarnya.

Sementara itu, Manager PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Hendrik Kurniawan Sinaga mengatakan, pelepasliaran macan tutul Jawa (Panthera Pardus Melas) disambut baik. Sebab hal itu merupakan komitmen perusahaan terhadap lingkungan.
 
"Ini komitmen perusahaan, PGE harus inline dengan alam. Selama kurang lebih 35 tahun PGE beroperasi di kawasan Kamojang hingga kondisi lingkungan sekarang masih terjaga dengan baik," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Ini 10 Hewan Langka di Indonesia yang Dilindungi dan Terancam ...

BERITA TERKAIT