06 December 2022, 10:15 WIB

400 Petani Milenial, Kementan Apresiasi Komitmen Pemkab Ogan Ilir


Dwi Apriani | Nusantara

dok.ist
 dok.ist
Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Bupati Panca WA dan Stafsus Presiden, Billy Mambrasar pada peluncuran Gerakan Petani Muda.

SEBANYAK 400 petani milenial pada 16 kecamatan di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dikukuhkan, Senin (5/12) pada launching 'Gerakan Petani Muda: Ogan Ilir Bangkit!' periode 2022 hingga 2027.

Pengukuhan 400 petani milenial dilakukan oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru bersama Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar. Hadir Billy Mambrasar, Staf Khusus Presiden RI dan sejumlah stakeholders di antaranya Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni di Lapangan Tanjung Putus Kecamatan Indralaya, Ogan Ilir.

Pada launching 'Gerakan Petani Muda: Ogan Ilir Bangkit!' tersebut, Billy Mambrasar membawa pesan Presiden RI Joko Widodo bahwa regenerasi petani mutlak dilakukan.

"Petani kita usia di bawah 35 tahun hanya tinggal 16 persen, solusinya dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Presiden Jokowi menginstruksikan seluruh elemen bangsa turut mendukung regenerasi petani," katanya.

Harapan Presiden Jokowi, katanya, seluruh ekosistem dapat menumbuhkan petani-petani muda yg mengisi pertanian sebagai sektor paling esensial di Indonesia.

Instruksi Presiden RI Joko Widodo didukung penuh oleh Kementerian Pertanian RI yang senantiasa mendorong hadirnya generasi muda di sektor pertanian sebagai petani milenial maupun wirausahawan muda, karena diyakini efektif menurunkan angka kemiskinan dan menekan urbanisasi.

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo menargetkan hadirnya 2,5 juta petani millenial hingga 2024 sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan khususnya bagi generasi muda di pedesaan.

"Pertanian adalah sektor paling strategis, karena di saat banyak negara tumbang akibat krisis global, pertanian hadir sebagai solusi dan menjadi penyangga utama ekonomi bangsa," katanya.

Langkah pemerintah daerah seperti Pemkab Ogan Ilir diapresiasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP)  Dedi Nursyamsi memastikan kesiapan jajarannya untuk mendukung peningkatan kualitas SDM pertanian di seluruh Indonesia.

"Petani milenial harus dibekali kemampuan manajerial dan agenda intelektual, untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi. Regenerasi petani menjadi keniscayaan bagi pertanian Indonesia," kata Dedi Nursyamsi.

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan Tiga Pesan. Pertama, generasi muda harus bangga menjadi bangga jadi petani. Kedua, petani milenial harus dapat meneropong potensi daerah untuk dimanfaatkan dalam bidang pertanian dan ketiga adalah fokus dan disiplin.

Bupati Ogan Ilir Panca Wijaya Akbar menegaskan langkah Pemkab Ogan Ilir di bidang pertanian adalah berupaya mendukung program Presiden Jokowi untuk melahirkan petani muda unggul.

"Tujuan program daerah tersebut, mendorong generasi milenial yang bergabung dapat diarahkan menjadi agrotechnopreneur muda, bertalenta digital berbasis kearifan lokal.

"Petani milenial dikembangkan Pemkab Ogan Ilir untuk mengubah paradigma dan menumbuhkan rasa optimis jangan sampai petani menjadi pilihan karier terakhir," kata Panca WA, bupati termuda di wilayah Sumsel.

Sementara Kepala SMKPPN Yudi Astoni menegaskan komitmen Kementan untuk mendukung pemerintah daerah membangun potensi pertanian bersama petani milenial dan wirausahawan muda pertanian.

"Bicara pertanian adalah sumber daya yang paling pasti. Sebab semua potensinya sudah terbuka lebar dan sangat menjanjikan," kata Yudi Astoni mengutip arahan Mentan Syahrul. (OL-13)

Baca Juga: Pacu Pertanian, Bupati Ogan Ilir Luncurkan Program Petani Muda ...

BERITA TERKAIT