01 December 2022, 09:25 WIB

Badan Jalan Penghubung Longsor, Grobogan-Sragen Terputus


Akhmad Safuan | Nusantara

dok.PUPR
 dok.PUPR
Petugas dinas PUPR masih membersihkan material yang longsor menutupi akses jalan

BENCANA tanah longsor mengakibatkan jalan penghubung antar daerah di Jateng terputus, tepatnya di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan (Kuwu) - Galeh (Sragen).

Pemantauan Media Indonesia Kamis (1/12) puluhan kendaraan melintas di ruas jalan penghubung Kuwu (Ksbupaten Grobogan)-Galeh (Kabupaten Sragen) terpaksa berbalik arah karena badan jalan beton longsor di Desa Bago, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Polisi terpaksa memasang pita police line karena longsor pada badan jalan sepanjang 20 meter tersebut cukup membahayakan, terutama untuk kendaraanroda empat. "Terpaksa cari jalan lain, memutar lebih jauh karena jalan penghubung itu terputus," ujar Susilo,50, seorang pelintas.

Padahal badan jalan cor tersebut baru selesai dibangun, ujar Suryadi,40, warga setempat, namun ketika hujan lebat terjadi tiba-tiba setengah badan jalan ambles. (Mungkin karena tidak ada pondasi di sisi tebing, sehingga ketika hujan tanah di samping longsor," imbuhnya.

Kepala Polsek Kradenan Ajun Komisaris Sunarto mengatakan pemasangan garis pita polisi terpaksa dilakukan, karena longsor terjadi di ruas tersebut cukup memhayakan kendaraan melintas terutama roda empat membawa barang

Sebagai antisipasi terjadinya kecelakaan akibat longsor badan jalan tersebut, ungkap Sunarto, untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan kembali kendaraan menuju ke daerah Sragen terpaksa dialihkan ke jalur lain.

Sementara itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut Agus Apriyanto  membantah longsornta badan jalan penghubung antar daerah yang baru selesai dengan menelan anggaran Rp15,9 miliar tersebut karena kualitas beton yang kurang baik.

"Semua pekerjaan sesuai standar ditentukan dan melalui pengujian mutu jalan serta dilakukan oleh pihak independen, jadi bukan karena mutu bangunan," ujar Agus Apriyanto.

Longsornya ruas jalan tersebut, ungkap Agus Apriyanto, terjadi karena bencana alam, hujan lebat yang mengguyur menjadikan tanah tebing tergerus dan mengakibatkan badan jalan diatasnya longsor. (OL-13)

Baca Juga: Jalan Provinsi di Kabupaten Agam Kembali Tertimbun Longsor

BERITA TERKAIT