28 November 2022, 19:32 WIB

Pasien Covid-19 Naik, Pemkot Surabaya Masifkan Vaksinasi Dosis Booster


Faishol Taselan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi

PEMKOT Surabaya, Jawa Timur terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis booster, setelah adanya kenaikan jumlah pasien dengan gejala ringan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan kegiatan dengan  euforia berlebih, dan tetap menerapkan prokes secara ketat.

"Surabaya tidak penuh, gejalanya ringan semua, isloasi mandiri (isoman). Ada yang dirumah sakit tapi yang komorbid aja. Rumah sakit menerimanya Covid-19 (memiliki) komorbid dan langsung ditangani untuk dirawat. Tapi selagi dia ringan, diminta isoman di rumah dengan diberikan obat, tiga empat hari dia akan sembuh," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Karena itu, menurutnya, Pemkot akan melakukan  vaksin booster itu  dimasifkan. "Prokes dan booster di masifkan, biar tidak ada Covid-19.  Jadi, kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan euforia berlebihan dengan selalu menerapkan prokes," katanya.

Eri menjelaskan, beragam jenis vaksin booster yang datang, langsung didistribusikan ke masyarakat melalui puskesmas, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga gerai vaksin.

"Kita dikirim, macam-macam jenis. Belum satu jenis, pokoknya yang dikirim apa akan langsung disikat. Insya Allah kita bergerak dengan kecepatan lagi, apalagi lansia sudah diperbolehkan booster kedua," jelas dia.

Sementara terkait angka kasus aktif Covid-19 di Kota Surabaya, Eri mengaku terjadi kenaikan dan penurunan berkala. Rata-rata didominasi pasien bergejala ringan, dengan penanganan berupa isolasi mandiri(isoman) dirumah dan dipantau puskesmas setempat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya Nanik Sukristina  mengatakan, per 24 November 2022 jumlah kasus aktif Covid-19 tercatat sebanyak 615 kasus, didominasi warga KTP Surabaya. "Sebagian besar kasus aktif didominasi Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 75 persen dan kasus dengan gejala ringan sebanyak 21 persen. Untuk kasus dengan gejala ringan melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pantauan petugas kesehatan (Puskesmas) wilayah setempat," kata Nanik.

Dia menjelaskan 21 persen di antaranya lansia, sementara 0,05 persennya merupakan pasien yang mempunyai komorbid dan sedang dilakukan perawatan di Rumah Sakit. "Kapasitas BOR (bed occupancy red) di Rumah Sakit hingga per 24 November 2022 kondisinya mencukupi, yaitu sebesar 22,82 persen," ujar dia. (OL-15)
 

BERITA TERKAIT