28 November 2022, 08:03 WIB

7 Organisasi Indonesia – AS Kembali Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Cianjur


mediaindonesia.com | Nusantara

MI/HO
 MI/HO
Pengungsi gempa Cianjur berada di depan bantuan yang diberikan 7 organisasi Indonesia-AS.

PENYALURAN bantuan korban gempa Cianjur kembali dilaksanakan serentak oleh beberapa organisasi masyarakat di Indonesia dan AS, Minggu (27/11). Terlihat enam mobil pada penyaluran bantuan tahap 2, yang dikhususkan bagi balita dan anak-anak di daerah-daerah yang sulit terjangkau. 

Di posko yang terletak persis di depan Apotik Kimia Farma, Jl Dr Muwardi, Bojong Herang, Cianjur, nampak masih banyak pengungsi tinggal di tenda terpal yang bocor bila turun hujan.

Adapun kesulitan yang dialami tim adalah kemacetan dan sulitnya mencapai lokasi sasaran. Karena sulitnya akses masuk, distribusi akan dilanjutkan pada hari ini, Senin (28/11) dan logistik disimpan di posko yang terletak di Cieundeur, Warungkondang. 

Baca juga: BNPB: Pencarian Korban Gempa Cianjur Berlanjut Sepekan

“Permintaan terbanyak yang masuk ke kami adalah untuk balita dan anak-anak. Karena itu, selain sembako, kami menyediakan pampers, selimut, sarung, minyak kayu putih, sampai makanan bayi,” ujar Suheryatno selaku pimpinan posko gabungan.  “Kami akan terus koordinasi sesuai keperluan dan respon sebaik-baiknya.”

Lafmairta Quattrone, warga Indonesia dari California, mengatakan, meskipun prihatin, ia optimistis Cianjur akan cepat pulih. Ia juga memuji spontanitas berbagai komunitas untuk langsung menggalang bantuan serta gerak cepat pemerintah. 

“Kami mengucapkan belasungkawa yang sebesar-besarnya atas jatuhnya korban gempa di Cianjur,” ujar Ita, melalui sambungan telepon. “Namun saya yakin, semangat kemanusiaan dan sifat tolong menolong bangsa kita adalah salah satu modal terpenting untuk pulih lebih cepat. Terutama dengan dukungan penuh dari Pemerintah yang langsung hadir di hari pertama.”

Jaringan tim gabungan itu, yang juga tercatat mengelola Dapur Umum di berbagai titik di Indonesia selama tiga bulan lebih di masa pandemi covid-19 yang lalu, juga mengatakan bahwa yang juga tidak kalah penting adalah kontinuitas dukungan, bukan hanya pada sesaat bencana. 

“Pemulihan juga perlu proses, dan proses ini tidak sebentar. Karena itu, tim kami berkomitmen untuk terus bekerja. Recover stronger, recover together,” tegas Lia Sundah Suntoso dari New York, selaku koordinator jaringan pada kegiatan kemanusiaan ini.

Adapun data korban gempa bumi Cianjur, hingga Sabtu (26/11), tercatat 318 orang meninggal dunia. 

Berdasarkan informasi yang tersedia, terdapat 58.049 rumah yang rusak, 368 sekolah, 144 tempat ibadah, dan sampai saat tulisan ini diturunkan, 73.693 pengungsi.

Posko ini merupakan kolaborasi dari Perkumpulan Demi Anak Generasi (DAG), Amerika Bersatu Untuk Indonesia (AB1), Teh 2 Tang, Yayasan Supen-Ardi & Dr. Alfredo Quattrone (California), Yayasan Christopher Widjaja (New Jersey), Kampoeng Indonesia (Pennsylvania), dan Broadway Energy (New York). (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT