25 November 2022, 19:00 WIB

Pria asal Bima Tewas Terseret Banjir di Kupang


Palce Amalo | Nusantara

DOK.MI
 DOK.MI
Ilustrasi

SEORANG pria asal Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas terseret banjir Sungai Kleon, Desa Tanini, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (25/11) sore.

Korban bernama Ahmad, 53, terseret banjir sejak Kamis (24/11) sekitar pukul 10.12 Wita, namun baru ditemukan pada Jumat dalam kondisi tidak bernyawa.

"Kejadian di sungai Kelon yang berbatasan antara Desa Tanini dan Desa Fatumetan," kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kupang, Lemuel Lewan Meru.

Menurutnya, korban adalah karyawan salah satu perusahaan yang sedang melakukan penanaman bambu betung di Desa Tanini.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang, I Putu Sudayana, mengatakan pencarian pada hari pertama, nihil dan dilanjutkan pada hari kedua.


Baca juga: Gempa Magnitudo 2,5 Guncang Alor


"Korban ditemukan pada koordinat 9°46'51.0"S-123°54'28,6"E, selanjutnya dievakuasi ke rumah warga dan akan diserahkan ke pihak
perusahaan untuk dikembalikan ke pihak keluarga," kata Putu.

Beberapa hari sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini mengenai hujan lebat dan potensi banjir di sejumlah kabupaten sejak 22-28 November.

Saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun di beberapa kabupaten.

BMKG Stasiun El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai angin kencang mulai 22-28 November 2022.

"Hujan disertai angin kencang secara vertikal ke bawah dan memiliki daya rusak yang tinggi karena terjadi dengan kecepatan yang tinggi dalam durasi yang singkat (downburst)," kata Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Agung Sudiono Abadi, Selasa (22/11). (OL-16)

 

BERITA TERKAIT